Wartek Keliling Dimulai, Disdag Sasar PKL Gulun Hari Ini
MADIUN – Program Warung Tekan Inflasi (Wartek) keliling Dinas Perdagangan dimulai. Wartek kali ini menyasar pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Lapangan Olahraga Gulun, Rabu (21/2). Tidak hanya beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP), dalam Wartek keliling tersebut juga menjual telur, minyak goreng, dan bawang merah yang telah disubsidi Pemerintah Kota Madiun.
‘’Untuk beras SPHP ini stoknya sangat cukup. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bulog agar penjualan beras SPHP ini merata. Makanya, kita juga laksanakan Wartek keliling selain yang sudah berjalan selama ini,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rosidi, Selasa (21/2).
Beras SPHP, lanjutnya, bisa didapat di Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko, Wartek di Dinas Perdagangan, hingga Wartek di Jalan Merpati. Dinas Perdagangan menambah jangkuan dengan menggelar Wartek keliling. Ansar menyebut Wartek keliling menyasar kelompok-kelompok masyarakat khusus. Seperti PKL. Artinya, masyarakat umum tidak bisa membeli di Wartek keliling.
‘’Jadi saat Wartek keliling di Gulun, sasarannya ya pedagang Gulun. Masyarakat umum tidak bisa masuk. Masyarakat bisa membeli di Wartek lain atau di pasar tradisional,’’ ujarnya.
Terkait harga, beras SPHP dijual Rp 10.900 perkilonya. Namun, beras dijual dalam kemasan lima kilogram. Harganya Rp 51 ribu. Harga itu jauh lebih murah dibanding beras medium yang sudah mencapai harga Rp 16 ribu perkilonya. Artinya, ada selisih Rp 4.900 perkilonya. Selain beras, Disdag juga menjual telur dengan harga Rp 27 ribu dan minyak goreng Rp 15 ribu. Harga tersebut sudah mendapatkan subisidi sebesar Rp 2 ribu.
‘’Untuk pengawasan, penjualan kita sudah menggunakan aplikasi. Pembeli wajib menunjukkan KTP. KTP yang sama baru bisa membeli lagi dalam tiga sampai empat hari ke depan,’’ jelasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)