Bulan Depan Masuki Peralihan Musim, Yuk Jaga Kesehatan dari Macam-Macam Penyakit Khas Pancaroba




MADIUN - Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bulan depan tepatnya Maret-April bakal memasuki periode musim pancaroba (peralihan musim-red). Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem selama periode musim tersebut.

"Selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam rilisnya, Minggu (25/2).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, berdasarkan analisa dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG didapati bahwa saat ini puncak musim hujan telah terlewati di berbagai wilayah Indonesia, khususnya bagian Selatan Indonesia. Hal itu mengindikasikan bahwa wilayah tersebut mulai memasuki peralihan musim di bulan Maret hingga April.

Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari. Hal ini terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi (pengangkatan massa udara) dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk waspada dan jaga kesehatan dari beragam penyakit khas musim pancaroba. Umumnya, keluhan yang sering muncul adalah keluhan pada saluran pernapasan.

Yakni, batuk, pilek, sakit tenggorokkan, hingga demam adalah keluhan penyakit yang sering muncul di masa pancaroba. Gejala dan keluhan ini dapat disebabkan karena common cold ataupun flu (Influenza). Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjaga diri dengan makan-makanan yang bergizi, mengatur pola tidur, olahraga, dan dilengkapi dengan minum vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.
(Dspp/kus/madiuntoday)