Realisasi Investasi Terus Meningkat, Kota Madiun Makin Seksi di Mata Investasi




MADIUN – Kota Madiun memang seksi di mata investasi. Berbagai investor terus bermunculan untuk mengembangkan usahanya di Kota Pendekar. Hal itu juga terlihat dari capaian nilai investasi yang semakin meningkat. Bahkan, Kota Madiun berhasil mendapatkan penghargaan terkait pertumbuhan investasi di Kota Madiun tersebut pada Desember 2023 lalu. Kota Madiun masuk sepuluh besar daerah di Jawa Timur dengan pertumbuhan realisasi investasi terbaik 2023.

‘’Data realisasi investasi 2023 dari target sebesar Rp 194 miliar, realisasinya sebesar Rp 230 miliar lebih. Capaian peningkatan kita 119 persen jika dibanding 2022,’’ kata Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Kota Madiun, Nuning Udayanah Nurfiati, Kamis (16/5).

Tren positif itu tampaknya tetap terjaga di tahun ini. Hal itu terlihat dari capaian investasi pada triwulan pertama 2024 ini yang mencapai Rp. 68.432.674.758,- atau RP 68,4 miliar lebih. Nuning menyebut investasi di Kota Madiun didominasi bidang usaha jasa lainnya, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta industri makanan.

‘’Ini baru realisasi investasi pada triwulan pertama. Pastinya kita optimis nilai investasi akan terus naik,’’ ujarnya.

Dari nilai tersebut penyumbang terbesar di antaranya seperti rumah sakit swasta yakni, RS Hermina Medika Loka serta PT. Inti Citra Agung dengan Optik Melawai dan aktivitas penunjang kesehatan. Selain itu, di tahun ini juga ada investasi Mitra 10 yang bakal menempati eks carrefour. Namun, Nuning menyebut Mitra 10 belum masuk di Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) sehingga belum diketahui nilai investasi pastinya.

‘’Untuk di 2023 juga ada investasi besar, yakni Hotel Mercure yang di Jalan Agus Salim itu dengan nilai investasi Rp 151 miliar,’’ jelasnya.

Meski tahun ini tahun politik, pihaknya optimis realisasi investasi tetap bisa menggeliat di Kota Madiun. Berbagai upayapun dilakukan. Seperti pembinaan dan pendampingan terkait Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dengan pengawasan bersama. Dengan begitu dia berharap perizinan di sistem OSS RBA sesuai pemenuhan dan operasionalnya serta administrasi pelaporannya untuk mendongkrak investasi. Selain itu, sosialisasi melalui publikasi dengan banner-banner dan videotron serta pertemuan-pertemuan juga bakal intens digelar. Seperti terkait BPOM atau izin edar, sertifikasi halal, dan sebagainya. ‘’Selain itu, program kegiatan penanaman modal dan perizinan selalu intens dengan inovasi-inovasi Peti Emas (Peta Potensi dan Peluang Investasi). Harapannya memberikan kemudahan berusaha dan kenyamanan bagi pelaku usaha maupun minat investor yang berminat investasi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)