Tahun Lalu Dapat Terbaik Kategori Arrancement, Pocil Kota Madiun Targetkan Raih Juara Provinsi Tahun Ini
MADIUN – Kota Madiun pernah mencatatkan prestasi manis di ajang Polisi Cilik (Pocil) tingkat provinsi. Perwakilan Kota Madiun pernah meraih terbaik kategori arrancement pada 2025 lalu. Sedang pada gelaran 2024 lalu berhasil masuk lima besar. Tak heran, target tinggi pun disematkan pada gelaran tahun ini.
Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun Slamet Hariyadi menyebut seleksi pun digelar cukup ketat dengan menggandeng Polres Madiun Kota. Bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan, kegiatan diikuti 105 peserta perwakilan dari sekolah-sekolah di tiga kecamatan.
‘’Akan dipilih secara individu terbaik yang akan menjadi satu tim regu pocil terdiri dari 31 sampai 36 siswa-siswi,’’ kata Hariyadi, Kamis (2/4).
Tim tersebut nantinya akan mewakili Kota Madiun di tingkat Provinsi Jawa Timur. Hariyadi mengaku belum ada jadwal dari Polda Jawa Timur terkait pelaksanaan lomba Pocil tersebut. Namun, diperkirakan Juni mendatang. Karenanya, persiapan dimulai dari sekarang.
‘’Biasanya di bulan Juni. Jadi kita persiapkan dari sekarang biar jadwalnya belum turun dari Polda,’’ ungkapnya.
Hariyadi menyebut setelah tim terbentuk akan terus dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan. Dia optimis tim Kota Madiun bisa meraih hasil positif tahun ini. Hasil manis di dua gelaran terakhir tentu menjadi semangat tersendiri kontigen. Bahkan, tim Pocil Kota Pendekar pernah masuk tiga besar pada gelaran empat tahun silam.
‘’Ini merupakan anak-anak terbaik, anak-anak pilihan yang seleksinya dimulai dari masing-masing kecamatan. Jadi dari tingkat kecamatan melakukan seleksi secara mandiri untuk kemudian kita seleksi lagi di tingkat kota,’’ ujarnya sembari menargetkan juara tahun ini.
Seperti gelaran serupa sebelumnya, penilaian tidak hanya sekedar baris-berbaris. Namun juga juga meliputi kekompakan, keseragaman, dan kreasi. Kreasi yang ditampilkan pun beragam. Biasanya diselingi kesenian lokal. Seperti pencak silat, tari, atau kesenian Reog.
‘’Semua peserta juga mendapatkan sertifikat prestasi non akademik beregu. Itu nanti bisa untuk menambah poin saat masuk ke jenjang SMP,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)