Cek Sejumlah Aset Lagi, Plt Wali Kota Minta Layanan IPLT Dioptimalkan Juga Bakal Ubah Fasad Taman Hutan Kota



MADIUN – Upaya pengoptimalan aset Pemerintah Kota Madiun terus dilakukan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Plt wali kota kembali turun ke lapangan untuk mengecek sejumlah aset tersebut. Seperti sebelumnya, pengecekan juga dilakukan sembari gowes. 

Kali ini, Plt wali kota mengecek Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di kawasan TPA Winongo, Taman Hutan Kota, dan Pasar Sleko lantai dua. Aset-aset tersebut memang sudah difungsikan namun dirasa masih belum optimal.

‘’Di IPLT kita cek untuk menindaklajuti arahan dari provinsi setelah kita ajukan ke UPT (Unit Pelaksana Teknis). Ini penting bagaimana agar pelayanan bisa maksimal,’’ kata Plt wali kota, Selasa (19/5).

Meski sudah dioperasikan, Plt wali kota menegaskan belum ada retribusi untuk layanan IPLT. Artinya, masyarakat masih bisa menikmati layanan secara gratis. Hal itu dikarenakan masih ada perbaikan peraturan wali kota (perwal) yang mengatur terkait hal tersebut. Selain itu juga masih ada perbaikan teknis pengelolaan limbah tinja tersebut agar lebih maksimal. 

Setelahnya, Plt wali kota berganti meninjau Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Hutan Kota di Jalan Basuki Rahmat. Taman tersebut memang cukup ramai dikunjungi masyarakat belakangan ini. Pasalnya, sudah ada banyak fasilitas bermain. Termasuk wahana air sungai dan air terjun buatan. Nah, Plt wali kota menilai keberadaan Taman Hutan Kota kurang terlihat jelas. Karenanya, Plt wali kota berencana merubah fasad Taman Hutan Kota terserbut.

‘’Mungkin akan ada penambahan taman bermain anak dan juga perbaikan fasadnya. Biar dari depan bisa langsung kelihatan sehingga menarik perhatian masyarakat,’’ ungkapnya.

Terakhir, Plt wali kota meninjau Pasar Sleko khususnya di lantai dua. Kios di lantai dua memang tengah dioptimalkan saat ini. Jika sebelumnya banyak yang dibiarkan kosong. Keberadaan kios-kios tersebut mulai difungsikan. Khususnya para anak muda dengan berbagai usaha kuliner menariknya. Pemerintah Kota Madiun memang melakukan penertiban penyewa kios yang kemudian dibiarkan kosong sebelumnya. Nah, Plt wali kota ingin memastikan pemanfaatan kios paska penertiban tersebut berjalan optimal.

‘’Kemudian di Sleko tetapi kita fokus di lantai duanya. Kita tinjau khususnya untuk persiapan mereka yang sudah mendaftar agar segera bisa ditempati. Rencananya, kita launching bersamaan Hari Jadi Kota, Juni nanti,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)