Jelang Iduladha, DKPP Kota Madiun Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Konsumsi
MADIUN – Di tengah meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun, Margaretha Dian Wartiningdyah, mengatakan pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari kondisi fisik, area mulut, hingga pemantauan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Pada umumnya sehat, kalau ada hewan yang terlihat lesu biasanya kami support dengan suntikan vitamin untuk daya tahan tubuhnya. Itu sifatnya bukan pengobatan, hanya suportif saja karena sudah mendekati waktu penyembelihan,” ujarnya saat ditemui di sela pemeriksaan hewan kurban, Senin (18/5).
Selama tiga hari, pemeriksaan dilakukan di 36 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Madiun. Adapun jumlah hewan kurban yang diperkirakan dijual tahun ini mencapai sekitar 900 ekor kambing dan domba serta sekitar 80 ekor sapi.
Margaretha menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Selain harus sehat, hewan kurban juga dipastikan cukup umur dan mayoritas berjenis kelamin jantan.
“Untuk sapi minimal berusia dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun. Kondisi kesehatannya juga dilihat dari tampilan fisik, seperti tubuh tidak terlalu kurus, kondisi bulu, hingga bagian mata,” jelasnya.
Ia menambahkan, hewan yang mengalami stres atau sakit biasanya terlihat dari kondisi mata yang tampak sayu serta kondisi fisik yang kurang prima
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, DKPP juga akan melakukan pemeriksaan organ dalam setelah hewan disembelih. Hal itu untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan seperti cacing hati atau penyakit lain yang tidak tampak dari luar.
Sementara itu, salah satu peternak sapi di kawasan Tawangsari Kota Madiun, Samsi, mengaku para peternak kini jauh lebih waspada terhadap ancaman PMK. Pengalaman wabah beberapa tahun terakhir membuat peternak lebih disiplin menjaga sterilisasi kandang.
“Mulai Februari kandang kami sudah ditutup total. Tidak ada sapi dari luar yang masuk supaya steril. Pengalaman sebelumnya, lalu lintas sapi yang tinggi sangat berisiko terhadap penyebaran PMK,” ungkapnya.
Ia menyebut kesehatan sapi sangat dipengaruhi kualitas pakan, kenyamanan kandang, hingga daya tahan tubuh hewan. Karena itu, selain pemberian pakan bergizi, dirinya juga rutin memberikan jamu tradisional dari jahe merah, kunyit, dan temulawak yang ditanam sendiri.
“Preventif itu penting. Sapinya harus nyaman, istirahat cukup, makan bergizi. Kami juga rutin memberi jamu dan vaksin dari DKPP rutin dilakukan,” jelasnya.
DKPP mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban, terutama jika hewan didatangkan dari luar daerah. Hewan kurban yang masuk ke Kota Madiun juga diharapkan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari peternakan setempat.
(Dspp/rat/madiuntoday)