Mudik Antimainstream Ala Ultra Cyclist Adjie Sambogo, Gowes 660 Kilometer Dari Jakarta Menuju Madiun
MADIUN – Mudik yang dilakoni Rachmanto Aji Sambogo, atau biasa dikenal dengan nama Adjie Sambogo, memang antimainstream. Ultra cyclist kelahiran 11 Oktober 1978 itu menempuh jarak ribuan kilometer dari Jakarta menuju kampung halamannya di Kota Madiun.
Menaklukkan jarak tempuh yang cukup panjang ditambah medan yang beragam memang bukan hal baru bagi Adjie. Pasalnya, berbagai event ultra cycling berhasil dilewatinya. Pun, beragam prestasi sepeda telah sukses dia raih. Contohnya, peringkat 3 Men 40 Up di East Java Journey 1.200 Km 2023 dan Peringkat 2 Authenticbooster Virtual Race 2022 sepanjang 4.938 Km. Juga, juara 1 Polygon Eart Day Challenge 2022, POCARISPORTID 2022, serta Bank Mega Syariah Virtual Race 2023.
‘’Suka gowes sejak 2020. Produk pandemi. Waktu itu, diajak teman sekaligus senior SMA dan dipinjami sepeda. Akhirnya, keterusan sampai beli sepeda sendiri. Ternyata, gowes menyenangkan karena bisa main, ngopi, hingga kulineran bareng sehobi sepeda,’’ ujarnya saat diwawancarai Selasa (21/5) lalu.
Meski begitu, jarak pendek rupanya belum mampu memuaskan hasratnya bersepeda. Hingga akhirnya, pria yang beralamat di Jalan Setia Bakti, Kecamatan Taman itu mencoba rute yang lebih jauh. Barulah dirinya menemukan kepuasan dalam bersepeda.
Pengalaman menempuh rute jarak jauh pertama kali dilakoninya saat latihan bersepeda dengan atlet ISSI Kota Madiun. setelah menempuh rute Madiun-Caruban PP, Adjie meneruskan genjotan sepedanya hingga Ponorogo PP. semenjak itu, tak kurang dari 100 kilometer ditempuhnya setiap hari.
‘’Ada kesenangan dan kepuasan tersendiri ketika bisa menyelesaikan target jarak, ketinggian, dan waktu yang kita tempuh,’’ ungkapnya saat ditanyai motivasinya menyukai gowes jarak jauh.
Untuk dapat melakukannya, ada beberapa hal yang perlu dia siapkan. Yang paling utama adalah mental. Ini sangat berperan penting, terutama dari awal sebelum gowes. Juga, siap dengan kondisi cuaca yang panas, hujan, dan kondisi lainnya selama perjalanan.
Selain itu, yang tak kalah penting adalah performa sepeda dan toolkit. Sebab, tak jarang cyclist menemukan kendala pada sepeda di lokasi yang jauh dari bengkel. Sehingga, penting membawa peralatan sendiri selama perjalanan. Minimal, toolkit untuk ganti ban, kunci set, ban dalam cadangan, dan minyak rantai wajib dibawa.
Kemudian, memastikan lampu penerangan berfungsi optimal. Serta, jersey, bib, jaket atau vest yang nyaman dan membawa baju ganti.
‘’Kita juga wajib memahami jalur yang akan dilewati. Bisa cek dulu dari Google Maps atau aplikasi perjalanan. Baik jarak, elevasi, kondisi lalu lintas, dan daerah yang akan disinggahi,’’ jelasnya.
Sebelum gowes jarak jauh, Adjie juga memiliki ritual tersendiri. Yaitu, menambah konsumsi karbohidrat, kalori, dan protein untuk menjaga stamina dalam perjalanan.
Bagi Adjie, melakoni hobi sepeda jarak jauh telah memberikannya banyak pengalaman berkesan. Namun, Adjie masih ingin menantang dirinya dengan rute gowes 3 ribu kilometer dengan elevation gain (jarak tanjakan) mencapai 30 ribu meter.
‘’Impian saya bisa keliling Pulau Jawa. Insya Allah, di bulan Juli akan mengikuti RAJ Race Around Java, jadi balapan sepeda ultra keliling Pulau Jawa dengan COT Cut Of Time 354 Jam, 14 Hari 18 Jam,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)