Terima Data Pemilih Potensial, KPU Segera Bentuk Tim Verifikasi Lapangan




MADIUN – KPU RI melalui KPU Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Madiun untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) November mendatang. Dalam data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri itu, total ada 153.692 orang di Kota Madiun yang termasuk dalam DP4. Yakni, masyarakat yang terdata berpotensi dapat memberikan suaranya dalam Pilkada 2024.

‘’Dari total itu, rinciannya ada 73.484 laki-laki dan 80.708 perempuan,’’ ujar Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Madiun Izza Kustiarti saat ditemui pada Senin (27/5).

Namun, data tersebut belum final. Karenanya, KPU Kota Madiun segera membentuk tim verifikasi lapangan. Yakni, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) awal Juni mendatang untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) langsung kepada masyarakat.

Menurut Izza, saat melakukan pengecekan DP4 secara sampling, KPU masih menemukan adanya pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) yang terdata.

‘’Setelah pantarlih terpilih, kami segera lakukan coklit sekitar Juni-Juli. Data yang saat ini ada masih bisa berubah sewaktu-waktu. Data TMS juga nanti perlu kami cermati kembali,’’ jelasnya.

Menurut Izza, KPU RI memberikan arahan yang sedikit berbeda dalam Pilkada mendatang. Salah satunya, terkait jumlah pemilih dalam setiap TPS maksimal 600 orang. Atau, dua kali jumlah pemilih per TPS di Pemilu sebelumnya. Dari angka itu, diperkirakan jumlah TPS dalam Pilkada mendatang di Kota Madiun sebanyak 270 lokasi. Dengan rata-rata jumlah pemilih per TPS ada 585 orang.

‘’Untuk TPS yang jumlah pemilihnya kurang dari 400 orang dibutuhkan 1 pantarlih. Sedangkan, yang lebih dari 400 atau mencapai 585 orang, dibutuhkan 2 pantarlih,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Izza menerangkan bahwa pemetaan juga akan dilaksanakan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan untuk mendata pemilih yang ber-KTP Kota Madiun dan penduduk Jawa Timur. Dari hasil pemetaan itu nantinya KPU akan menentukan jumlah TPS khusus di Pilkada mendatang.

‘’Estimasi ada 4-5 TPS khusus. Pemetaan ini kami laporkan ke KPU provinsi untuk selanjutnya menunggu arahan dari sana,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)