Layanan WA KIS PBID Berganti, Sekarang Juga Tak Lagi Cetak Kartu, Berobat Cukup Pakai KTP



 
MADIUN – Layanan pendaftaran Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) di Kota Madiun berganti nomor WhatsApp. Ya, layanan kini bisa diakses melalui nomor 0823 3792 9024. Masyarakat yang ingin mengakses layanan KIS PBID Pemerintah Kota Madiun bisa melalui nomor WA tersebut. Sedangm nomor layanan WA yang lama sudah tidak digunakan lagi.

‘’Nomor WA yang baru ini sudah bisa diakses mulai hari ini,’’ kata petugas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun, Kamis (30/5).

Layanan KIS PBID ini sudah tidak lagi mendapatkan cetak kartu layanan. Artinya, setelah mendaftar masyarakat tidak perlu menunggu kartu KIS-nya dikirim. Masyarakat cukup menggunakan KTP saat berobat. Sebab, layanan KIS ini sudah terintegrasi dengan NIK pada KTP atau KK.

‘’Mungkin ada kekhawatiran kalau tidak pakai kartu berarti layanan KIS PBID-nya belum aktif dan tidak bisa digunakan saat berobat. Masyarakat tidak perlu khawatir. Sekarang sudah terintegrasi secara online. Cukup pakai NIK,’’ jelasnya.

Layanan KIS PBID ini memang cukup membantu masyarakat. Yakni, jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang iurannya dibiayai Pemerintah Kota Madiun. Kepesertaan yang dibiayai Pemkot Madiun juga cukup tinggi. Yakni, ada sebanyak 67 ribu lebih. Pemerintah Kota Madiun setidaknya rata-rata mengeluarkan Rp 2 miliar lebih setiap bulan untuk pembayaran ke BPJS Kesehatan tersebut. Tak heran, di Kota Pendekar sudah berstatus Universal Health Coverage (UHC) untuk urusan jaminan kesehatan tersebut. Artinya, masyarakat Kota Madiun sudah terlindungi asuransi kesehatan. Baik jaminan kesehatan secara mandiri, dibiayai perusahaan tempat bekerja, maupun yang dibiayai pemerintah.

‘’Pemerintah Kota Madiun rata-rata menyiapkan anggaran Rp 30 miliar setiap tahunnya untuk pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat ini. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 32 miliar,’’ ungkapnya. (rams/agi/madiuntoday)