Pembangunan Sistem Swakelola di Kota Madiun Jadi Percontohan di Provinsi Jatim
MADIUN – Pemerintah Kota Madiun beberapa tahun belakangan gencar melibatkan masyarakat dalam pembangunan daerah. Salah satunya, melalui sistem swakelola. Seperti dalam program pavingisasi, lampunisasi, hingga program kebersihan lingkungan. Bedanya, swakelola yang dijalankan Pemerintah Kota Madiun hingga menyentuh di level bawah. Yakni, kelompok masyarakat (pokmas) di tingkat RT dan RW. Hal itu pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
‘’Jadi kemarin waktu saya paparan di provinsi terkait RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), untuk swakelola tipe 4 kita yang sampai di tingkat RT itu mendapatkan apresiasi dari Bappeda Provinsi Jawa Timur,’’ kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan (Bapelitbangda) Kota Madiun, Suwarno, Jumat (31/5).
Apresiasi, kata Suwarno, diberikan karena untuk swakelola yang menyentuh level RT baru ada di Kota Madiun. Pembangunan dengan sistem swakelola biasanya hanya sampai di level kelurahan atau desa. Seperti dalam pengerjaan dana desa dan lainnya. Namun, yang menyentuh hingga level RT baru terjadi di Kota Madiun. Tak heran, swakelola yang dijalankan di Kota Madiun menjadi pilot project.
‘’Bahkan kemarin swakelola kita dijadikan pilot project sekaligus percontohan untuk juga diterapkan di daerah lain,’’ imbuhnya.
Suwarno menyebut ada sejumlah keuntungan dengan menggunakan sistem swakelola tipe empat tersebut. Mulai keterlibatan atau partisipasi masyarakat yang besar, pekerjaan yang lebih cepat, efektif, dan efeisien, juga pemberdayaan masyarakat. Anggaran pemerintah untuk proyek tersebut tidak dinikmati rekanan tetapi bisa dinikmati masyarakat di lingkungan itu sendiri.
‘’Karena masyarakat mengerjakan lingkungannya sendiri, saat mengerjakannya juga tidak asal-asalan. Jadi hasilnya juga maksimal,’’ ungkapnya sembari menyebut sejumlah daerah juga sudah studi banding untuk belajar. (rams/agi/madiuntoday)