Usulan Pembangunan Wisata Heritage Jalan Yos Sudarso Dapat Angin Segar, Pemprov Beri Sinyal Positif Saat Peninjauan




MADIUN – Upaya Pemerintah Kota Madiun menarik anggaran pemerintah pusat maupun provinsi untuk mempercantik trotoar di Jalan Yos Sudarso tampaknya mendapatkan angin segar. Setidaknya upaya itu mendapatkan respon positif dari Pemprov Provinsi Jawa Timur yang langsung meninjau lokasi beberapa waktu lalu. Kawasan kota lama di Kota Madiun itu dikunjungi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi bersamaan peninjauan program penanganan kumuh terpadu, Rabu (29/5).

‘’Iya kemarin dikunjungi dari Pemprov dalam rangka verifikasi pengajuan DAK (Dana Alokasi Khusus) Kota Lama di Kota Madiun,’’ kata Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapedalitbangda) Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, Jumat (31/5).

Menurutnya, Pemprov memberikan tanggapan yang positif. Sebab, kawasan yang diusulkan itu memiliki tema yang kuat. Yaitu, kawasan heritage yang bisa menjadi daya tarik wisata ke depan. Itu sesuai dengan arahan Kemen PUPR dan Kemenkeu. Karenanya, Pekik optimis apa yang diusulkan tersebut akan disetujui. Pihaknya memang mengajukan pembangunan ke Pemprov untuk pembangunan kawasan tersebut. Besaran anggarannya mencapai Rp 60 miliar. Namun, Pekik menyebut pembangunan tampaknya baru bisa dikerjakan mulai tahun depan.

‘’Arahan dari Kemenkeu supaya pendanaan dari pemerintah bisa memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Dan apa yang kami usulkan itu mengarah ke sana, makanya kemarin tanggapannya positif,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Madiun mengusulkan pembangunan Jalan Yos Sudarso sebagai kawasan wisata heritage. Pun, perencanaan pembangunan kawasan tersebut sudah beres. Rencananya, trotoar yang bakal direhab dimulai dari kawasan Pabrik Gula (PG) Redjo Agung hingga PT INKA. Artinya, pembangunan juga melintasi kawasan kota lama. Yakni, perumahan loji di Selatan PG Redjo Agung. Kawasan itu nantinya bukan sekedar pedestrian belaka. Namun, juga sebagai edukasi. (Bapelitbangda/agi/madiuntoday)