Normalisasi Saluran Terate di Jalan Flores Hasilkan 58 Dumptruk Sedimen




MADIUN – Saluran di Kota Madiun kudu lancar. Karenanya, normalisasi rutin dilakukan. Terbaru normalisasi dilakukan di saluran terate di Jalan Flores tepatnya di belakang Makam Cangkring hingga tembus di Jalan Anggrek. Setidaknya, pengerukan sudah sepanjang 650 meter dan berhasil mengangkat sedimen sebanyak 58 dumptruk.

‘’Normalisasi sudah kita mulai sekitar dua minggu terakhir. Saat ini masih berlangsung yang di Jalan Anggrek,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, Kamis (13/6).

Inug -sapaan akrabnya- mengaku sedimen di dalam saluran cukup tebal. Berkisar satu sampai 1,5 meter. Tak heran, sedimen yang diangkat juga banyak. Sedimen tersebut lantas diangkat ke lokasi Ngrowo Bening sisi utara untuk urugan. Tak hanya sedimen, pihaknya juga banyak menemukan sampah. Tak heran, saluran di lokasi tersebut kurang maksimal saat musim penghujan lalu. Sampah yang ditemukan juga beragam. Mulai sampah plastik, batang pohon, dan lain sebainya. Bahkan, sebelumnya pihaknya pernah membersihkan sampah kasur.

‘’Kebersihan saluran memang tanggung jawab bersama. Masyarakat juga harus turut menjaga setidaknya dengan tidak membuang sampah ke saluran,’’ ungkapnya.

Normalisasi tersebut pihaknya membutuhkan dua excavator dan dua dumptruk. Normalisasi memang dilakukan pada saat musim kemarau agar pekerjaan maksimal. Harapannya, aliran bisa lancar saat musim penghujan depan. Inug berharap masyarakat juga bisa turut menjaga lingkungan khususnya saluran.

‘’Butuh kepedulian kita bersama. Memang saluran secara rutin kami bersihkan. Tetapi kalau masyarakat ikut menjaga, tentunya bisa meringankan pekerjaan petugas,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)