Cegah Stunting Lewat Pengukuran Antropometri Pada Anak Secara Rutin




MADIUN - Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. Yakni, mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai.

Stunting menyebabkan banyak kerugian dalam tumbuh kembang anak. Seperti, kurangnya kecerdasan, sistem kognitif dan motorik rendah, sistem kekebalan tubuh kurang baik, dan rentan terserang penyakit kronis.

Sebagai upaya pencegahan Stunting, dilakukan pemantauan rutin setiap bulan. Salah satunya, melalui pengukuran antropometri yang dilakukan oleh posyandu balita.

Adapun pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan dan badan, hingga lingkar kepala anak.

Menurut IDAI, ukuran lingkar kepala anak yang normal saat masih bayi baru lahir sampai 2 tahun adalah sekitar 35-49 cm. Sedangkan, ukuran normal ubun-ubun besar saat bayi baru lahir adalah 2,1 cm dan akan mengecil seiring bertambahnya usia.

Ukuran lingkar kepala bayi laki-laki dan perempuan cukup berbeda. Menurut WHO, ukuran lingkar kepala bayi laki-laki baru lahir sekitar 33,1 - 35,8 cm. Kemudian, saat berusia satu tahun ukuran lingkar kepala anak laki-laki tumbuh menjadi 44,7 - 47,4 cm. Kemudian, saat memasuki usia 2 tahun bertambah lagi menjadi 46,8 - 49,7 cm.

Sedangkan untuk lingkar kepala bayi perempuan baru lahir sekitar 32,7 - 35,1 cm. Kemudian, saat memasuki usia 1 tahun, lingkar kepala anak perempuan normal tumbuh menjadi 43,5 - 46,3 cm. Selanjutnya, saat usia 2 tahun menjadi 45,7 - 48,6 cm.

Beberapa hal memengaruhi ukuran lingkar kepala anak. Di antaranya, asupan gizi, kondisi kesehatan ibu saat hamil dan melahirkan, serta faktor genetik.

Selain untuk mengetahui tumbuh kembang anak, mengukur lingkar kepala juga merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang bisa saja dialami. Termasuk, deteksi dini terhadap Stunting.

Jika ukuran kepala anak cukup kecil dibandingkan ukuran normalnya, maka ada kemungkinan dia mengalami kekurangan gizi yang berpotensi menimbulkan Stunting.

Selain Stunting, ukuran kepala yang kecil juga bisa membuat anak beresiko mengalami mikrosefali atau kondisi di mana ukuran kepala dan otaknya lebih kecil dari ukuran normal. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika mendapati kondisi lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normalnya. Juga, penuhi kebutuhan gizinya agar pertumbuhan anak bisa semakin optimal. (Ws Hendro/irs/madiuntoday)