Tawarkan Berbagai Kemudahan Instan, Nyatanya AI Punya Bermacam Konsekuensi




MADIUN - Baik anak muda maupun para pekerja pasti tak asing dengan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT. AI yang canggih ini memang sangat membantu dalam mengerjakan tugas kuliah dan pekerjaan yang lain.

Beragam tugas berat jadi terasa mudah jika diselesaikan dengan AI, misalnya seperti Chat GPT. AI memang bisa jadi alat yang sangat membantu. Namun, terlalu mengandalkan AI juga bisa mendatangkan dampak buruk.

Bahkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Prof. Stella Christie mengungkapkan opini pribadinya terkait fenomena AI ini. Menurutnya, ada beberapa konsekuensi jika seseorang terlalu bergantung pada AI.

Konsekuensi jika bergantung pada AI Apa saja konsekuensi yang bakal terjadi jika terlalu mengandalkan AI?

Dilansir dari akun Instagram resmi Kemendikti Saintek, dirinya menjelaskan mengenai konsekuensi jika seseorang terlalu bergantung pada AI. Menurut Wamen Dikti Saintek Prof. Stella Christie, penggunaan AI tanpa etika bisa mendatangkan konsekuensi yang kurang baik bagi pelajar.

Diantaranya yakni, hilangnya kemampuan untuk menilai kualitas. Menurutnya, manusia dengan nurani dan sensitivitas alaminya tentu tidak dapat digantikan oleh AI. Seperti Chat GPT yang hanya mampu memberikan jawaban secara umum.

"Bergantung sepenuhnya ada AI tanpa mengeluarkan pikiran-pikiran baru, pada akhirnya akan membuat kita tidak bisa menilai mana karya yang baik dan tidak," kata Prof. Stella Christie.

Kedua, kehilangan kemampuan untuk menciptakan karya orisinal. Penggunaan AI yang secara terus menerus dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Akibatnya tanpa sadar AI mulai menggantikan peran manusia.

Misalnya dalam coding, script writing atau pekerjaan lainnya. Alih-alih membantu pekerjaan, mesin pintar ini justru bisa menggantikan produktivitas dan menghilangkan kemampuan alam memproduksi karya sendiri.

Ketiga, tidak mengetahui batasan penggunaan AI. Dengan kemudahan akses, prompt dan penyelesaian tugas yang cepat, AI seringkali jadi pilihan utama untuk mempermudah pekerjaan.

Tanpa disadari bisa kehilangan pandangan yang jernih dan strategis tentang sejauh mana batasan AI dalam dunia digital. Jadi, tetaplah bijak dalam memanfaatkan kemudahan teknologi.
(ws hendro/kus/madiuntoday)