PDRB Kota Madiun Capai Rp 4,67 Triliun di Triwulan Ketiga 2024, Tumbuh 5,55 Persen Dibanding 2023
MADIUN – Laju perekonomian di Kota Madiun terus on the track. Bagaimana tidak, ekonomi terus tumbuh di Kota Pendekar. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, ekonomi Kota Madiun di triwulan ketiga tumbuh sebesar 0,81 persen dibanding triwulan kedua. Sedang, jika dibandingkan triwulan ketiga 2023, ekonomi Kota Madiun tumbuh sebesar 5,19 persen.
Hal itu mengemuka saat Focus Group Discussion (FGD) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun oleh BPS Kota Madiun di Rumah Makan Garasi Cozy Space, Senin (16/12). Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis menyebut PDRB Kota Madiun terus tumbuh dari tahun ke tahun. Tak heran, perekonomian Kota Madiun juga terus bertumbuh.
‘’Kalau secara kumulatif dari triwulan satu, dua, dan tiga, PDRB Kota Madiun 2024 dibanding 2023 sudah tumbuh sebesar 5,55 persen,’’ kata Abdul.
PDRB lanjutnya terbagi menjadi dua. Yakni, PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). PDRB ADHB dihitung berdasarkan kondisi riil saat penghitungan dilakukan. Sedang, ADHK penghitungan dilakukan berdasar tahun dasar. Yakni, 2010 silam.
Jika mengacu ADHB, nilai PDRB Kota Madiun mencapai Rp 4,67 triliun di triwulan ketiga. Besaran itu juga terus meningkat dibanding triwulan pertama dan kedua 2024 ini. PDRB triwulan pertama sebesar Rp 4,55 triliun dan triwulan kedua sebesar Rp 4,67 triliun.
‘’Kalau dibanding sejak 2022 lalu, PDRB berdasar harga berlaku di Kota Madiun tumbuh 22,95 persen,’’ ungkapnya.
Abdul menambahkan sektor lapangan usaha tersier penyumbang angka terbesar. Yakni, mencapai 79,72 persen. Di antaranya usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, transportasi dan pergudangan, penyedia akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, dan lain sebagainya. Sementara penyumbang kedua ada lapangan usaha sekunder yang menyumbang 19,30 persen. Yakni di antaranya, bidang industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, konstruksi, dan lain sebagainya.
‘’Ketiga ada dari jenis primer. Ada pertanian, perikanan, pertimbangan, dan lain sebagainya. Ini yang paling kecil. Hanya menyumbang sebesar 0,98 persen,’’ ungkapnya. (rams/agi/madiuntoday)