Jadi Moda Transportasi Paling Favorit, Kereta Api Terus Dukung SDGs dan Layanan Ramah Lingkungan




MADIUN - Minat masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api masih tinggi. Misalnya seperti libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, sebanyak 86.414 pelanggan tercatat menggunakan kereta api keberangkatan Daop 7 Madiun. Angka ini mencapai 141 persen dari kapasitas yang tersedia, yaitu 61.082 tempat duduk.

Pilihan ini tidak hanya dikarenakan kereta api memberikan kenyamanan perjalanan, tetapi juga sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di mana kereta api merupakan salah satu transportasi yang ramah lingkungan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan yang menggunakan kereta api selama libur Nataru karena secara tidak langsung mereka telah berkontribusi dalam mengurangi polusi dan jejak karbon.

Kuswardojo menambahkan efisiensi kereta api dapat dilihat dari kapasitas angkut yang besar. Dalam sekali jalan, 1 rangkaian kereta api jarak jauh terdiri dari 8 hingga 14 kereta penumpang dengan kapasitas hingga 1.120 tempat duduk.

"Jika dibandingkan dengan mobil pribadi berkapasitas 7 orang atau motor berkapasitas 2 orang, maka 1 perjalanan kereta api dapat menggantikan 160 mobil atau 560 motor," ujarnya, Kamis (2/1).

Tidak sampai di situ, untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, PT KAI telah menghadirkan fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan menghitung kontribusi mereka dalam mengurangi emisi karbon dengan memilih perjalanan menggunakan kereta api.

“Kereta api bukan hanya moda transportasi yang ramah lingkungan, tetapi juga solusi nyata untuk menciptakan kualitas udara yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Selain mendukung SDGs melalui layanan transportasi ramah lingkungan, KAI juga terus mengembangkan inovasi berkelanjutan lainnya. Salah satu program unggulan adalah implementasi teknologi boarding face recognition, yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan proses boarding secara cepat dan efisien tanpa memerlukan tiket fisik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga mengurangi penggunaan kertas dan mendukung prinsip ramah lingkungan.

"Pengguna jasa kereta api tidak perlu khawatir, jika di wilayahnya masih belum terdapat fitur boading face recognition, masih dapat berkontribusi untuk menggurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan e-boarding yang terdapat di aplikasi Acces by KAI," tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)