HPP Gabah Naik, Bulog Pastikan Harga Beras Tetap Stabil
MADIUN - Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering dan jagung.
Hal tersebut diungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri rapat koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Kodam V Brawijaya beberapa waktu lalu.
Menurut Mentan Amran, harga jual gabah dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 dan jagung Rp5.000 menjadi Rp5.500.
"Kebijakan tersebut sebagai upaya dari Presiden Prabowo agar para petani tidak merugi akibat harga jual produksi pertanian menjadi rendah," ujarnya.
HPP gabah dan jagung terbaru akan mulai diberlakukan pada 15 Januari 2025. Selanjutnya, Bulog diminta untuk segera melakukan penyerapan terhadap beras lokal.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Madiun Harisun mengatakan bahwa pihaknya akan mulai melakukan penyerapan beras lokal pada akhir Februari 2025.
"Tidak ada target. Kami upayakan bisa menyerap secara maksimal," tuturnya.
Lebih lanjut, Harisun mengungkapkan bahwa saat ini persediaan beras Bulog mencapai 15 ribu ton. Sehingga, masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Terkait kenaikan harga gabah, Harisun menuturkan bahwa hal tersebut belum berpengaruh terhadap harga beras. Artinya, saat ini harga beras masih tetap stabil.
"Harga beras masih sama. SPHP Rp 11 ribu dari gudang," tandasnya. (Ws hendro/irs/madiuntoday)