Optimalkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan, Wali Kota Instruksikan Pembiasaan Pemilahan Sampah



MADIUN – Sistem pengelolaan sampah berkelanjutan terus dibangun di Kota Madiun. Terutama dalam aspek pengurangan, pemilahan, dan daur ulang di sumbernya. Wali Kota Madiun Dr. Maidi mengklaim perilaku kolektif dan partisipasi aktif masyarakat bakal jadi kunci pengentasan sampah di kota ini.


‘’Tidak ada kata lain, semua masyarakat, semua rumah, kantor atau perusahaan dan semua tempat aktivitas masyarakat harus punya tempat sampah dan ada pemilahan. Saya akan keliling menyosialisasikan kebijakan ini,’’ tegas wali kota, Rabu (7/1).


Orang nomor satu di Kota Pendekar ini tak menampik bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi sampah. Perubahan gaya hidup atau kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah di level rumah tangga merupakan fondasi penting. Wali kota meminta setiap rumah tangga dan perkantoran mulai memisahkan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan residu.


Menurut dia, pemilahan sampah yang efektif di tingkat hulu memudahkan proses daur ulang dan pengolahan lebih lanjut. Pun mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).


‘’Ini (penanggulangan sampah) kebutuhan bersama. Jangan semua diserahkan pemerintah,’’ tuturnya.


Mantan Sekda Kota Madiun ini menilai pengelolaan sampah lebih dari sekadar menampung dan membuang. Butuh budaya masyarakat mengurangi produksi sampah di tingkat rumah tangga atau lingkungan terkecil. Dengan upaya masif ini, target zero waste pada 2027 mampu terwujud berkat kolaborasi antara pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern dari pemerintah dan kesadaran kolektif masyarakat.


‘’Sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) target zero waste pada 2029. Insya Allah kita percepat pada 2027 nanti selesai,’’ harapnya.


Wali kota menambahkan, pihaknya bakal memberikan sanksi bagi kantor atau perusahaan yang tidak menerapkan pembiasaan memilah sampah. Tak terkecuali kantor perangkat daerah lingkup Pemkot Madiun. Ketika kebijakan ini berjalan, dia optimis target bebas sampah pada 2027 bukan sekadar impian.


‘’Saya ingatkan terus. Kalau peringatan satu, dua, hingga tiga tidak digubris, akan ada sanksi,’’ pungkas Dr. Maidi.


(ws hendro/ggi/madiuntoday)