Kisah Alianto Bagikan Ratusan Porsi Makanan Gratis Setiap Senin Dibagikan Keliling Sejak 2016, Kini Menetap di Jalan Rimba Darma
MADIUN – Selagi masih bisa, berbagilah. Kalimat itulah yang mendasari Alianto untuk terus berbagi makanan gratis kepada masyarakat. Dimulai dengan berkeliling sejak 2016 silam, kegiatannya masih eksis sampai sekarang. Setiap kali berbagai, tak kurang dari 300 porsi habis dalam hitungan jam. Seperti apa kisahnya?
Suasana tak biasa terlihat di Jalan Rimba Darma Kota Madiun, Senin (12/1) pagi. Sebuah tenda kecil di area sentra kuliner Kota Pendekar itu ramai dikerumuni masyarakat. Di dalam tenda, Alianto dan krunya tampak sibuk melayani masyarakat yang datang. Pagi itu, ada menu soto yang disajikan. Alih-alih berjualan, Alianto membagikan makanan yang disiapkannya dari rumah itu secara gratis.
‘’Hari ini menunya soto ayam. Kita berangkat sekitar pukul 07.00 dari rumah,’’ kata Alianto.
Beberapa masyarakat yang datang terlihat sudah akrab dengan Alianto. Bisa dibilang langganan tetap. Ya, Alianto memang konsisten membuka lapak untuk berbagi makanan di lokasi tersebut setiap Senin. Tak heran, kedatangannya sudah dinantikan masyarakat. Apalagi, menunya juga terus berganti. Selain soto, kadang pecel jug nasi jotos. Itu agar masyarakat tak bosan.
‘’Kalau tidak bisa berbagi, biasanya saya umumkan dulu. Biar masyarakat tidak menunggu,’’ ujarnya.
Masyarakat bisa mengambil nasi sesuai porsi yang diinginkan. Namun, untuk sayur atau lauknya diambilkan. Kalau tidak, lauknya seringkali habis duluan. Meski menunya sederhana, kegiatan makan gratis yang dibuka Alianto tak lebih dari dua jam sudah ludes. Padahal, sekitar 300 porsi. Dia setidaknya menghabiskan 20 sampai 25 kilogram beras sekali kegiatan.
‘’Dulu awal-awal di sini, saya sistem prasmanan. Tetapi sering kali nasinya masih banyak, lauknya sudah habis,’’ ungkap bapak dua anak ini.
Meski di Rimba Darma baru sejak Agustus 2025 lalu, kegiatan mulia yang dilakukan Alianto dan krunya itu sejatinya sudah berlangsung sejak 2016 silam. Namun, sistemnya berbeda. Alianto membagikan makanan dengan berkeliling. Sekali keliling biasanya dia membawa 100 bungkus. Alianto biasa membagikan makanan ke tukang becak, tukang parkir, dan lain sebagainya. Mulai di Jalan Thamrin, kawasan Stadion Wilis, sekitar RSUD dr Soedono, dan seputaran Pasar Njoyo.
‘’Lama-lama saya kehabisan waktu untuk membungkus dan membagikannya keliling. Alhamdulillah dapat tempat di Rimba Darma itu,’’ terang warga Pilangbango tersebut.
Namun, bukan berarti niat baiknya tersebut berjalan mulus. Di awal membuka lapak di Rimba Darma ada pedagang yang protes. Dia bahkan sempat didatangi petugas dari Dinas Perdagangan. Padahal, dia sudah meminta izin kepada Babinsa, Satpol PP, serta ketua paguyuban pedagang sentra kuliner. Izin pun sudah didapatkan. Alianto merasa tak perlu melapor ke Dinas Perdagangan karena dirinya tidak jual beli. Hanya berbagi makanan.
‘’Tapi pada akhirnya saya tetap melapor ke Dinas Perdagangan untuk pemberitahuan. Yang penting kegiatan bisa tetap jalan,’’ ungkap Pemilik usaha Mekar Jaya Frozen Food itu.
Alianto tampak enjoy. Padahal, semua makanan yang dibagikan diolahnya sendiri bersama istri dan karyawannya. Setelah kegiatan juga masih harus mencuci piring dan lainnya. Setiap kali kegiatan juga harus bongkar pasang tenda. Namun, dia ikhlas melakukannya. Demi satu prinsip yang dia pegang. ‘Mumpung masih bisa berbagi, berbagilah meski semampunya’. (ws hendro/agi/madiuntoday)