Perluas Kawasan Ekonomi dan Wisata, Pemkot Madiun Sulap Bundaran Serayu Jadi Sentra Kuliner Baru
MADIUN – Kawasan ekonomi di Kota Madiun diperluas. Kali ini, perluasan menyasar kawasan Bundaran Serayu. Pemkot Madiun berencana membangun sentra kuliner di kawasan tersebut.
Wali Kota Madiun Dr. Maidi tak menampik rencana ini. Bahkan, penataan besar-besaran menyentuh kawasan Bundaran Serayu. Khususnya di sebagian Jalan Taman Praja depan Kantor Kecamatan Taman.
‘’Di sini (Bundaran Serayu) jadi tempat kuliner baru. UMKM, khususnya PKL, ada mungkin 50 pelaku usaha. Kami wadahi agar semakin ramai dan tertata,’’ ungkap wali kota, Senin (12/1).
Orang nomor satu di Kota Pendekar ini menyebut langkah ini diambil karena kawasan Bundaran Serayu punya potensi ekonomi besar. Aktivitas masyarakat serta perputaran ekonomi yang cukup tinggi di area tersebut menjadi alasan utama pengembangan kawasan ini.
‘’Insya Allah sebagian bahu Jalan Taman Praja, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Taman, akan kita perluas. Pagar kantor kecamatan akan kita tarik mundur untuk memberi ruang bagi para pelaku UMKM agar tidak mengganggu pengguna jalan,’’ terangnya.
Sementara itu, Camat Taman Yusuf Asmadi menjelaskan, penataan kawasan Bundaran Serayu merupakan langkah pemkot mengembangkan pusat wisata dan ekonomi baru. Sebagai sentra kuliner, kawasan ini akan terintegrasi dengan wisata Kampung Jepang.
‘’Sesuai instruksi wali kota, halaman depan Kantor Kecamatan Taman akan lebih bermanfaat jika dijadikan space UMKM,’’ ujarnya.
Nanti, lanjut Yusuf, lahan halaman depan kantor kecamatan bakal ditarik mundur atau dikepras sekitar 4-5 meter persegi. Mulai pagar sisi utara hingga melingkar ke selatan. Nah, luasan tersebut yang nantinya dibangun taman bunga serta tempat bagi UMKM.
‘’Insya Allah diupayakan pada PAK APBD tahun ini. Untuk pekerjaan fisik direncanakan masuk DPUPR Kota Madiun,’’ bebernya.
Sembari menunggu pelaksanaan pekerjaan fisik, Yusuf mengaku bersama dinas perdagangan (disdag) setempat melakukan pendataan PKL. Selanjutnya, PKL bakal diklasifikasikan sesuai jenis usahanya. Dengan begitu, PKL semakin tertata.
‘’Sentra kuliner nanti akan terhubung dengan wisata Kampung Jepang. Kami berharap pengembangan kawasan ini juga berimbas pada perekonomian warga Kecamatan Taman,’’ pungkas Yusuf.
(ws hendro/ggi/madiuntoday)