Distribusi Pupuk Subsidi Mulai Bulan Ini, Stok Dipastikan Aman hingga Musim Tanam Kedua Nanti
MADIUN – Program subsidi pupuk dari pemerintah dipastikan terus berjalan tahun ini. Bahkan, pendistribusian sudah dimulai sejak Januari ini. Petani tak perlu khawatir. Pemkot Madiun memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk aman hingga musim tanam kedua nanti.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan penyaluran pupuk subsidi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Pun, disesuaikan dengan kebutuhan petani. Dia berharap proses distribusi dan penebusan pupuk dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Harapannya, setiap kelompok tani memperoleh pupuk tepat waktu sesuai masa tanam.
“Distribusi pupuk subsidi sudah berjalan dan dapat ditebus sejak awal Januari. Stok pupuk kami pastikan aman hingga musim tanam kedua,” ujarnya.
Pada 2026, Kota Madiun memperoleh alokasi pupuk subsidi sebanyak 1.180 ton yang terdiri dari pupuk urea dan NPK. Penyaluran pupuk dilakukan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disusun oleh kelompok tani pada 2025. RDKK tersebut sebagai dasar kebutuhan pupuk tahun tanam 2026. Niken menambahkan, proses distribusi tersebut juga dimonitor oleh Dinas Perdagangan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
“Kami memastikan seluruh usulan kelompok tani sudah masuk dalam RDKK. Data tersebut kemudian ditarik ke pusat dan diturunkan kembali dalam bentuk alokasi pupuk kepada masing-masing kelompok tani,” jelasnya.
Adapun rincian alokasi pupuk subsidi di Kota Madiun tahun ini meliputi Kecamatan Kartoharjo dengan alokasi urea sebesar 309,819 ton dan NPK 215,579 ton. Kecamatan Manguharjo menerima urea 202,874 ton dan NPK 141,126 ton, sementara Kecamatan Taman memperoleh urea 182,307 ton dan NPK 128,295 ton.
Niken menegaskan, target serapan pupuk subsidi hingga musim tanam kedua minimal mencapai 80 persen dari total kuota tahunan. Target tersebut penting untuk menghindari potensi relokasi kuota pupuk ke daerah lain.
“Jika hingga musim tanam kedua serapannya masih rendah, kuota pupuk berpotensi direlokasikan ke wilayah yang dinilai lebih membutuhkan,” tegasnya.
Perlu diketahui, saat ini di Kota Madiun terdapat lima kios pupuk resmi. Yakni, KUD Manguharjo, KUD Kartoharjo, KUD Taman, serta dua kios swasta di wilayah Rejomulyo yang melayani 38 kelompok tani. Dia juga mengimbau petani agar menebus pupuk subsidi sesuai kebutuhan dan jadwal tanam serta tidak menunda penebusan.
“Pupuk merupakan kebutuhan utama. Kami berharap petani menebus sesuai kebutuhan dan waktunya. Jangan ditunda karena pada trimester kedua akan dilakukan evaluasi. Jika dinilai tidak terserap, bisa dianggap tidak membutuhkan dan berisiko direlokasi,” pungkasnya.
(Dspp/rat/agi/madiuntoday)