Ratusan Warga Binaan Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, Satu Positif HIV Lima Hepatitis C
MADIUN – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga harus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Karenanya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun juga turun ke lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk pemeriksaan. Seperti yang terlihat di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Selasa (20/1). Tak hanya pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan mobile voluntary counselling and testing (VCT) untuk HIV dan pemeriksaan Hepatitis C.
‘’Setiap WBP nanti dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan juga dilakukan skreening PTM (penyakit tidak menular). Kita cek tensi dan gula darah serta dilakukan pemeriksaan tes HIV dan Hepatitis C,’’ kata Plh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun dr Muhammad Nur.
Kegiatan dijadwalkan selama empat hari ke depan. Untuk hari pertama, setidaknya ada 194 WBP yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, terindikasi seorang WBP positif HIV dan lima lainnya Hepatitis C. Sementara untuk PTM, tercatat sebanyak 16 WBP dengan tensi di atas normal. Selain itu, juga ada lima WBP dengan gula darah yang juga di atas normal.
‘’Setiap temuan, kita lakukan pengobatan dan kita berikan obat. Kalau seperti HIV yang perlu minum obat secara terus menerus, obat juga kita kirim ke lapas secara berkala,’’ imbuhnya.
WBP, lanjutnya, merupakan salah satu populasi kunci standar pelayanan minimal program HIV. Karenanya, WBP wajib dilakukan testing HIV minimal sekali dalam setahun. Di Lapas Pemuda IIA setidaknya terdapat 813 WBP saat ini. Dokter Nur berharap semua WBP bisa mengikuti pemeriksaan secara tuntas yang dijadwalkan hingga Jumat mendatang. Sedang, untuk minggu depan, pemeriksaan bakal berpindah ke Kelas I Madiun.
‘’Untuk HIV ini kan tidak serta merta menular melalui udara seperti halnya TBC. Jadi warga binaan yang positif HIV ini tetap bisa tinggal dengan warga binaan lain tetapi kita berikan pembinaan khusus,’’ terangnya.
Kegiatan tersebut rutin digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun setiap tahun. Tidak hanya kepada WBP tetapi juga kepada populasi beresiko tinggi lainnya. Di antaranya, waria, lelaki seks dengan lelaki (LSL), wanita pekerja seksual (WPS), pengguna Napza suntik (penasun), dan lainnya. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka penularan HIV AIDS di Kota Madiun.
(rams/agi/madiuntoday)