Harga Emas Antam Melonjak, Sentuh Rp 3,48 Juta per Gram
Harga Emas Antam Melonjak, Sentuh Rp 3,48 Juta per Gram
MADIUN - Pergerakan harga emas kembali menarik perhatian pada penghujung Januari ini. Dalam kurun dua hari, tepatnya di tanggal 28 hingga 29 Januari, harga emas Antam (aneka tambang) menunjukkan lonjakan cukup tajam. Dari semula Rp 3.265.000 per gram, harga jual naik menjadi Rp 3.485.000 per gram. Kenaikan itu juga diikuti nilai buyback yang bergerak dari Rp 2.894.000 ke Rp 3.055.000 per gram.
Kondisi serupa tercatat di Galeri 24 Madiun. Pada 28 Januari, harga jual emas berada di angka Rp 3.024.000 per gram dengan buyback Rp 2.837.000 per gram. Sehari kemudian, harga emas kembali melesat ke Rp 3.260.000 per gram, sementara nilai buyback naik menjadi Rp 3.058.000 per gram.
Manager Distro Galeri 24 Madiun Eko Hendaryanto menilai penguatan harga emas tidak lepas dari dinamika global yang masih bergejolak. Menurutnya, konflik antarnegara turut memengaruhi stabilitas ekonomi. Alhasil mendorong masyarakat mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman.
Selain faktor tersebut, Eko menyebut adanya fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan masyarakat. Emas dinilai sebagai aset lindung nilai atau safe haven karena harganya cenderung bertahan saat inflasi meningkat, nilai mata uang melemah, atau saat terjadi gejolak pasar. Bahkan dalam kondisi darurat ketika layanan perbankan sulit diakses, emas tetap memiliki nilai tukar.
“Alhamdulillah untuk harga emas hari ini naik dan daya beli semakin meningkat,” ujarnya.
Di sisi lain, tingginya animo warga justru berdampak pada ketersediaan stok. Eko menambahkan, di tengah harga yang telah menembus Rp 3 juta per gram, ketersediaan emas Antam di Galeri 24 saat ini masih terbatas. Namun, masyarakat tetap memiliki alternatif pembelian melalui layanan cicil emas atau tabung emas pada aplikasi Pegadaian.
“Keterbatasan stok emas mulai awal januari, bukan karena kehabisan stok emas. Tapi, ada cuman terbatas,” terang Eko.
Dia menilai tingginya minat beli menjadi penyebab utama keterbatasan tersebut. Bahkan, tren FOMO diperkirakan masih berlanjut hingga 2026. Berdasarkan informasi petugas keamanan, sejumlah warga rela mengantri sejak pukul 05.30 WIB demi mendapatkan emas.
Pasokan dari pusat pun dibatasi hingga 10 keping per hari, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 10 gram. Kondisi ini membuat jumlah antrian harian bisa mencapai 15–30 orang dan tak jarang stok habis dalam waktu singkat.
(Bip/rat/agi/Madiuntoday)