Anxiety Meningkat di Tengah Gempuran Informasi, Ini Cara Mengatasinya



MADIUN – Arus informasi terkait konflik dan perang yang terus bergulir di berbagai belahan dunia belakangan ini tak hanya memicu perhatian publik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis sebagian masyarakat. Paparan berita negatif yang berulang, mulai dari eskalasi perang, krisis kemanusiaan, hingga ketegangan politik global, dapat memicu rasa cemas, gelisah, bahkan overthinking.

Fenomena ini dikenal sebagai doomscrolling, yakni kebiasaan mengonsumsi berita buruk secara terus-menerus melalui media sosial maupun portal berita. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut membuat pikiran dipenuhi informasi yang menekan dan memicu anxiety.

Psikolog menyebutkan, respons cemas sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh saat menghadapi ancaman. Namun, jika paparan informasi tidak dibatasi, kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, hingga produktivitas harian.

Berikut lima langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan akibat paparan berita perang dan konflik:

Batasi Waktu Konsumsi Berita

Masyarakat disarankan untuk mengatur waktu khusus membaca berita, misalnya dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Dengan cara ini, otak memiliki waktu untuk beristirahat dari arus informasi negatif yang berlebihan.

Terapkan Teknik Grounding 5-4-3-2-1

Jika rasa cemas muncul tiba-tiba setelah membaca berita, teknik grounding dapat menjadi pertolongan pertama. Caranya dengan menyebutkan lima hal yang terlihat, empat hal yang dapat disentuh, tiga hal yang terdengar, dua hal yang tercium, dan satu hal yang dirasakan. Teknik ini membantu pikiran kembali fokus pada kondisi saat ini.

Atur Pola Pernapasan

Pernapasan dalam dan teratur terbukti membantu meredakan ketegangan. Tarik napas melalui hidung selama empat detik, tahan empat detik, lalu embuskan perlahan melalui mulut selama enam detik. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

Selektif Memilih Sumber Informasi

Pilih media yang kredibel dan hindari membaca spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi. Paparan berita yang berimbang dapat membantu memahami situasi tanpa memperkeruh kecemasan.

Alihkan Fokus ke Aktivitas Positif

Berjalan kaki, berolahraga ringan, membaca buku, atau berbincang dengan keluarga dapat membantu menyeimbangkan emosi. Aktivitas fisik dan interaksi sosial terbukti efektif menurunkan tingkat stres.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, menjaga kesehatan mental menjadi hal yang sama pentingnya dengan mengikuti perkembangan informasi. Tetap peduli terhadap situasi dunia diperlukan, namun menjaga batas konsumsi berita adalah langkah bijak agar kondisi psikologis tetap stabil.

(rams/kus/madiuntoday)