Hampers Unik dari Kain Goni Diburu Jelang Ramadan, Pesanan Naik hingga 40 Persen



MADIUN – Tren hampers jelang Ramadan di Kota Madiun menunjukkan peningkatan signifikan. Uniknya, kemasan berbahan kain goni justru menjadi primadona dan diburu berbagai instansi. Charu Dhatri Kerajinan yang berlokasi di Jalan Semangka 36, Kelurahan Taman, mencatat kenaikan omzet hingga 30–40 persen dibanding hari biasa.

Pemilik usaha, Fatmalia Yulinda (42), mengatakan lonjakan pesanan sudah terasa sejak sepekan sebelum puasa. Berbeda dari hampers pada umumnya, produknya mengusung konsep ramah lingkungan dan estetik dengan bahan dasar kain goni.

“Konsep kita memang pakai goni. Banyak instansi minta packaging goni karena terlihat unik, natural, tapi tetap elegan. Bisa juga ditambah logo instansi atau dikombinasikan dengan wastra seperti tenun dan batik,” ujarnya.

Menurutnya, permintaan datang dari instansi pemerintahan, perbankan, hingga pelaku usaha fashion. Tahun ini, mayoritas pemesan berasal dari lokal, meski sebelumnya ia juga menerima pesanan dari Jakarta, Blitar, dan Kediri.

Harga kemasan goni dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung jenis bahan, model, dan ukuran. Setiap instansi rata-rata memesan 50 hingga 100 paket untuk kebutuhan Lebaran. Bahkan, kini pesanan sudah masuk sebelum Ramadan dimulai.

“Biasanya setelah puasa baru ramai, tapi sekarang sebelum puasa sudah produksi. Alhamdulillah naik sekitar 30 sampai 40 persen,” jelasnya.

Dalam sehari, usaha rumahan tersebut mampu memproduksi 25–30 kemasan model wadah tumbler berbahan goni. Untuk tas besar berbahan serupa, kapasitas produksi mencapai sekitar 50 pieces dengan waktu pengerjaan satu hingga dua minggu.

Proses produksi dilakukan bertiga. Jika permintaan meningkat, Fatmalia melibatkan tenaga tambahan dari lingkungan sekitar untuk membantu pemotongan bahan. Goni yang digunakan didatangkan dari Bandung dan Surabaya, kemudian dipotong sesuai pola. Jika ada permintaan bordir, pengerjaan dilakukan oleh rekanan khusus.

Dengan tampilan rustic yang khas dan sentuhan kearifan lokal melalui kombinasi wastra, hampers berbahan kain goni ini menjadi alternatif berbeda di tengah maraknya kemasan berbahan kardus atau plastik. Fatmalia optimistis tren hampers unik dan ramah lingkungan akan terus diminati hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

(dspp/kus/madiuntoday)