Permintaan Masyarakat Mulai Melonjak Jelang Hari Raya, Disdag Keliling Pantau Harga



MADIUN – Stok kebutuhan pokok wajib tersedia dengan harga yang terjangkau. Karenanya, pemantauan harga rutin dilakukan Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan (Disdag). Hasilnya, terdapat peningkatan harga sejumlah kebutuhan pokok. Namun, relatif aman karena masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah pusat. 

‘’Kita rutin pemantauan harga kebutuhan pokok mulai dari pasar tradisional, retail modern, penggilingan padi, sampai hypermart ini. Pantauan kami harga masih aman, beberapa sudah turun, tapia da juga yang naik tapi masih dalam batas aman,’’ kata Analis Perdagangan Ahli Muda Disdag Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, Senin (16/3).

Salah satunya, cabai rawit yang naik di harga Rp 85 perkilogramnya beberapa hari terakhir. Namun, Tri mengaku harga cabai cenderung stag hari ini. Cabai memang komoditas penyumbang inflasi saat ini. Selain itu, kenaikan juga terpantau untuk daging. Menurutnya, daging sapi naik dari Rp 110 ribu perkilo menjadi Rp 120-130 ribu perkilogramnya. Tri mengaku masyarakat tidak perlu resah. Sebab, harga tersebut masih di bawah HAP nasional di Rp 140 ribu perkilogramnya.

‘’Ada kenaikan memang untuk beberapa komoditas, tetapi masyarakat tidak perlu panic buying. Karena masih di bawah HAP nasional,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, Rinawati, Store Manager Hypermart, mengaku mulai terjadi lonjakan pembeli beberapa hari terakhir. Hal itu dimungkinkan karena sudah memasuki masa libur sekolah. Hitungannya, terdapat kenaikan hingga 25 persen. Begitu juga dari segi jumlah transaksi. Di weekend hari biasa, di kisaran 900 transaksi. Namun, weekend ini bisa tembus sampai dua ribu transaksi.

‘’Sudah mulai ada peningkatan traffic yang signifikan. Ini perkiraan kami akan kembali meningkat setelah masa libur kerja nanti,’’ ujarnya. 

Terkait stok, pihaknya sudah meminta pengiriman barang dari kantor Surabaya. Harapannya, pengiriman segera datang agar stok barang lebih optimal. Rina menyebut di beberapa hari jelang lebaran ini, biskuit dan sirup menjadi barang yang banyak diburu. 

‘’Nanti kalau mendekati lebaran biasanya daging yang banyak diburu,’’ pungkasnya.

(dspp/agi/madiuntoday)