Ratusan Gamer Adu Strategi, Turnamen E-Sports HUT ke-108 Kota Madiun Tayang di Videotron
MADIUN – Deretan kursi di halaman Balai Kota Madiun nyaris penuh, Sabtu (6/6). Ratusan peserta dari kategori umum dan pelajar tampak serius menatap layar gawai masing-masing saat bertanding dalam Turnamen E-Sports Piala Wali Kota 2026 yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Kompetisi yang mempertandingkan dua gim populer, Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire, tersebut berlangsung meriah. Sorak sorai rekan satu tim dan pendukung sesekali pecah ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial.
Tak hanya dapat disaksikan di arena pertandingan, jalannya laga juga ditayangkan melalui videotron di kawasan Madiun Plaza. Konsep ini menjadi pengalaman baru dalam penyelenggaraan turnamen e-sports di Kota Madiun sekaligus memberi kesempatan masyarakat untuk ikut menikmati atmosfer pertandingan.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemanfaatan videotron sengaja dilakukan agar e-sports semakin dikenal masyarakat luas. Menurutnya, olahraga berbasis teknologi digital itu kini berkembang pesat dan memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Ini konsep pertama yang kami coba. Saya ingin masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pertandingan e-sports berlangsung. Videotron ini bukan milik pemerintah kota, tetapi bisa dimanfaatkan melalui kolaborasi yang baik. Ini bukti bahwa pemerintah, swasta, komunitas, dan berbagai pihak bisa berjalan bersama,” ujarnya.
Bagus menyebut tingginya minat peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan e-sports di Kota Madiun. Meski waktu pendaftaran relatif singkat, kuota peserta berhasil terpenuhi. Bahkan, sejumlah sponsor turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan berbagai event di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga komunitas olahraga, event organizer, pelaku UMKM, hingga dunia usaha.
“Alhamdulillah pesertanya maksimal meskipun persiapannya cukup mepet. Ini menunjukkan bahwa e-sports memiliki peminat yang besar. Saya berharap Piala Wali Kota ini menjadi pelecut bagi para atlet dan komunitas e-sports untuk terus berkembang,” katanya.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga berdampak pada geliat ekonomi lokal. Sejumlah pelaku UMKM turut membuka stan di sekitar lokasi kegiatan sehingga menambah keramaian selama acara berlangsung.
Bagus berharap kompetisi serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang. Jika tahun ini peserta masih didominasi dari wilayah Madiun dan sekitarnya, ia menargetkan turnamen mendatang dapat menjangkau tingkat karesidenan hingga Jawa Timur.
“Bagi saya, event adalah bagian penting untuk menghidupkan kota. Tahun depan saya ingin turnamen ini lebih besar, minimal tingkat karesidenan dan syukur bisa berkembang menjadi ajang se-Jawa Timur,” tuturnya.
Turnamen E-Sports Piala Wali Kota 2026 menjadi salah satu bukti bahwa Kota Madiun terus membuka ruang bagi perkembangan olahraga modern. Tak hanya menjadi wadah kompetisi yang sehat dan sportif, ajang ini juga memperlihatkan bagaimana teknologi, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi bagian dari perayaan hari jadi kota.
(Rams/bip/kus/madiuntoday)