Tunggu Keputusan Pusat, Distribusi MinyaKita di Kota Madiun Tetap Normal
MADIUN - Pemerintah Kota Madiun memastikan ketersediaan MinyaKita di pasaran masih dalam kondisi aman meski muncul wacana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat tersebut oleh pemerintah pusat.
Saat ini, pemerintah pusat melalui instansi terkait tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga MinyaKita seiring perkembangan harga minyak goreng di pasaran. Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi yang diterima pemerintah daerah terkait perubahan HET tersebut.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Sumini, mengatakan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan penyesuaian harga MinyaKita mencuat dalam koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan.
“Pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Apa pun kebijakan yang nantinya ditetapkan akan kami laksanakan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurut Sumini, kajian penyesuaian harga dilakukan sebagai respons terhadap tren kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir karena distribusi MinyaKita di Kota Madiun masih berjalan normal.
Ia mengimbau warga untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasalnya, pasokan MinyaKita di pasar tradisional masih tersedia dan distribusi dari Bulog juga terus dilakukan secara berkala.
“MinyaKita masih tersedia di pasar tradisional dan Bulog rutin melakukan dropping setiap pekan. Karena itu masyarakat tidak perlu melakukan panic buying,” katanya.
Saat ini harga MinyaKita masih mengacu pada HET sebesar Rp15.700 per liter. Pemerintah juga terus memantau kondisi pasar guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Penyaluran MinyaKita difokuskan melalui pasar tradisional dan jaringan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sementara itu, untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), pasokan diperoleh dari toko acuan yang telah ditunjuk pemerintah.
Selain menjaga ketersediaan stok, DKPP bersama Tim Satgas Pangan Kota Madiun terus melakukan pemantauan dan pengawasan harga di tingkat pedagang. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh MinyaKita sesuai ketentuan serta menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Pengawasan terus kami lakukan agar pasokan tetap tersedia dan harga jual sesuai dengan HET yang berlaku,” tandasnya.
(rams/kus/madiuntoday)