Kirab Budaya Pencak Silat Resmi Digelar, Mengemuka Seremonial Sakral Air Persaudaraan Tanda Kebersamaan
MADIUN – Kirab Budaya Pencak Silat rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun resmi digelar, Kamis (25/6) pagi. Mengambil start di depan Balai Kota, kegiatan kali pertama ini berlangsung sakral lagi menarik. Bagaimana tidak, berbagai seremonial pembukaan sarat akan makna tersaji. Salah satunya, air persaudaraan tanda kebersamaan.
Setiap perguruan membawa air dari sumber air masing-masing. Air dalam kendi tersebut kemudian dituang dalam satu wadah yang sama. Hal ini bermakna berbeda sumber namun mengalir dalam tujuan yang sama. Itu senada dengan tema kirab budaya pencak silat kali ini. Yakni, Panji Pendekar Bersatu.
Selain itu, kebersamaan ini semakin kuat dengan Penyatuan Panji Perguruan. Prosesi ini ditandai dengan perwakilan masing-masing perguruan yang membawa panji masing-masing dan berbaris berjejer di bawah panji yang sama. Yakni, panji lambang Kota Madiun. Hal ini bermakna perguruan dan tradisi di Kota Madiun boleh beragam dan berbeda-beda. Namun, Kota Pendekar adalah rumah bersama.
Giat Kirab Budaya Pencak Silat ini diikuti 13 perguruan dan ditambah pencak silat militer Kodim 0803 Madiun. Ke-13 perguruan yang bakal berpartisipasi yakni, Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda, IKS Pro Patria, Kelatnas Indonesia Perisai Diri, OCC Pangastuti, Persinas Asad, PPS Betako Merpati Putih, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Persaudaraan Rasa Tunggal, Pandan Alas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, dan PS Cempaka Putih.
Gelaran lantas dilanjutkan gebyar jurus persatuan dari masing-masing perguruan. Dimulai penampilan jurus pencak silat militer Kodim 0803 Madiun, kemudian satu persatu perguruan unjuk gigi di panggung kehormatan. Penampilan para peserta juga akan mengemuka di sejumlah titik rute kirab dan di Alun-alun Kota Madiun yang menjadi lokasi finish. (rams/dspp/agi/madiuntoday)