Kontes Modifikasi 30 Kategori Ramaikan MDS Culture Fest, Peserta Akui Madiun Tak Kalah dari Kota Besar



MADIUN – Deru mesin, kilau modifikasi, hingga antusiasme ribuan pengunjung memadati kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Sabtu (27/6). Anniversary ke-3 Madiun Diesel Society (MDS) lewat gelaran 3rd Cars Culture Fest sukses menjadi magnet pecinta otomotif dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.


Tak hanya menampilkan mobil diesel, ajang ini juga menghadirkan berbagai mobil bensin, SUV, city car, hatchback hingga kendaraan listrik yang telah dimodifikasi. Beragam konsep modifikasi dipamerkan dalam satu arena, membuat atmosfer kontes tak kalah dengan event otomotif yang biasa digelar di kota-kota besar.


Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Randy Rahadian Limanjaya, atau yang lebih dikenal sebagai Koko Marmer, peserta asal Surabaya. Ia datang membawa Toyota Kijang Innova yang menjadi ikon modifikasinya. Berbeda dari kebanyakan, sentuhan unik justru berada di bagian interior dengan penggunaan material marmer pada lantai kabin.


Randy mengaku baru pertama kali mengikuti kontes di Kota Madiun. Di luar ekspektasinya, ia menilai penyelenggaraan acara berlangsung meriah.


“Ini pertama kali saya datang ke Kota Madiun. Saya membawa mobil ikonik dari Surabaya, yakni Innova dengan konsep modifikasi interior, termasuk lantai yang menggunakan marmer. Bagi kami pecinta otomotif, ajang seperti ini menjadi tempat untuk menunjukkan hasil modifikasi,” ujarnya.


Randy mengaku sempat datang tanpa ekspektasi tinggi. Namun, suasana yang ia temui di lokasi justru di luar dugaannya.


“Jujur saya tidak menyangka. Meskipun Madiun kota yang lebih kecil, atmosfer eventnya hampir sama seperti yang ada di Surabaya. Ramai dan seru,” tambahnya.


Ketua Panitia MDS Culture Fest, Ariel, mengatakan penyelenggaraan tahun ketiga ini mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya peserta didominasi dari wilayah sekitar, kini kontestan datang dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.


Menurut Ariel, tingginya antusiasme peserta dari luar daerah juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, khususnya perhotelan di Kota Madiun. Banyak peserta dan rombongan yang memilih menginap selama mengikuti rangkaian acara.


“Bahkan okupansi hotel ikut meningkat karena event ini. Banyak tamu datang dari luar kota sehingga mereka menginap di hotel-hotel di Kota Madiun. Jadi dampaknya bukan hanya terasa di lokasi acara, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi,” katanya.


Menurutnya, meningkatnya minat peserta tak lepas dari perkembangan Kota Madiun yang dinilai semakin menarik sebagai destinasi penyelenggaraan event.


“Banyak yang ingin datang karena Kota Madiun sekarang semakin bagus. Dunia otomotif peminatnya tidak pernah mati. Mobil yang dikonteskan juga sangat beragam, bahkan tahun ini ada mobil listrik. Semua kendaraan yang tampil sudah dimodifikasi dan memiliki ciri khas masing-masing,” lanjutnya.


Sebanyak 30 kategori diperebutkan dalam kompetisi yang mengacu pada regulasi penilaian kontes modifikasi. Kategori tersebut meliputi Best Killer Colour, Best Livery, Best Street Racing, Best Coolest Rims, Best Simple & Clean, Best Wrapping, Best Diesel, Best Diesel Engine Bay, Best Cosmetic Audio, Best Braking System, Best Sedan, Best Euro, Best City Car, Best Hatchback, Best MPV, Best SUV Modified, Best Thailook, Best JDM, Best Retro Style, Best Static Fitment, Best Meaty, Best Carbonetic, Best Lighting, Best Car Club, Best Local Hero AE, Best Car Display, Best Rookie, Best People’s Choice, Best Offroad, serta Best Double Cabin Modified.


Keberagaman kelas tersebut membuat hampir semua aliran modifikasi mendapat ruang untuk unjuk karya. Mulai dari modifikasi visual, performa mesin, audio, hingga komunitas dan tipe kendaraan.


Lebih dari sekadar kontes, MDS Culture Fest menjadi ruang berkumpul para pecinta otomotif lintas daerah. Kehadiran peserta dengan konsep modifikasi yang beragam, ditambah antusiasme masyarakat yang memadati lokasi, menjadi bukti bahwa Kota Madiun kini mampu menghadirkan event otomotif berskala regional dengan atmosfer yang tak kalah semarak dibandingkan gelaran di kota-kota besar.


(rams/kus/madiuntoday)