RSUD Kota Madiun Hadirkan Skrining Kanker Rektum hingga Kesehatan Mental, Plt Wali Kota Dorong Layanan Unggulan
MADIUN – Kanker rektum kini menjadi kanker dengan angka kejadian terbanyak keempat. Di sisi lain, gangguan kesehatan mental masih kerap disalahartikan sebagai gangguan jiwa berat, padahal keluhan seperti sulit tidur juga termasuk di dalamnya. Berangkat dari kondisi tersebut, RSUD Kota Madiun menghadirkan skrining kanker rektum, kesehatan mental, dan gizi keluarga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Kota Madiun, Senin (30/6).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan masyarakat dari setiap kelurahan di Kota Madiun dan dihadiri Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Menurutnya, perkembangan layanan RSUD Kota Madiun dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup pesat. Karena itu, ia mendorong rumah sakit terus menghadirkan layanan yang memiliki diferensiasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Madiun maupun daerah sekitar.
“Hari ini saya meminta RSUD Kota Madiun memiliki layanan yang mempunyai diferensiasi dan dibutuhkan masyarakat Kota Madiun maupun daerah sekitar. Teman-teman terus menggali layanan apa saja yang perlu ditambah,” ujarnya.
Plt menyebut, penguatan layanan kanker rektum dan kesehatan mental menjadi salah satu fokus pengembangan rumah sakit. Menurutnya, isu kesehatan mental akan menjadi tantangan yang semakin besar sehingga perlu dipersiapkan sejak sekarang.
“Banyak ahli memprediksi ke depan pasien dengan gangguan kesehatan mental akan semakin banyak. Karena itu, RSUD Kota Madiun mulai memperkuat layanan kesehatan mental. Nantinya juga akan ada penambahan dokter secara bertahap dan setiap puskesmas disiapkan psikolog,” katanya.
Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, menjelaskan skrining kanker rektum dipilih karena saat ini menjadi kanker dengan angka kejadian terbanyak keempat. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini.
Selain itu, RSUD juga menggelar skrining kesehatan mental untuk mengedukasi masyarakat bahwa gangguan mental tidak selalu identik dengan gangguan jiwa berat.
“Selama ini masyarakat menganggap kesehatan mental identik dengan orang gila. Padahal, gangguan seperti sulit tidur juga termasuk masalah kesehatan mental. Kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, skrining gizi keluarga dilakukan untuk menganalisis kebutuhan gizi masyarakat secara lebih mendalam. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kelurahan di Kota Madiun.
Muhammad Nur mengatakan, sebanyak 108 peserta mengikuti skrining kanker rektum. Jumlah tersebut sengaja disesuaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Selain itu, skrining kesehatan mental diikuti 20 peserta, sedangkan skrining gizi melibatkan enam keluarga.
“Kami sengaja mengangkat tema-tema yang belum banyak dikenal masyarakat agar kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit semakin meningkat,” pungkasnya.
(rams/kus/madiuntoday)