Dari Pratama Menuju Madya, Kelurahan Patihan Tunjukkan Konsistensi Jaga Lingkungan Lewat Program Berseri
MADIUN – Konsistensi menjaga lingkungan membawa Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, kembali mengikuti verifikasi lapangan Kelurahan Berseri Tahun 2026. Setelah sebelumnya berhasil meraih kategori Pratama pada tahun 2024, kini Patihan melangkah ke kategori Madya dengan membawa berbagai inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, Rabu (1/7).
Dalam verifikasi tersebut, tim penilai melihat langsung berbagai program yang telah berjalan di lingkungan warga. Mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga inovasi konservasi lingkungan.
Kelurahan Patihan mengikuti penilaian kategori Madya dengan melibatkan tiga wilayah RW, yakni RW 03, RW 04, dan RW 05. Titik pantau berada di RT 09, RT 13, RT 11, RT 21, RT 16, dan RT 18.
Lurah Patihan Anjasmoro mengatakan, capaian menuju kategori Madya merupakan hasil dari proses dan keterlibatan masyarakat yang terus dijaga. Persiapan menghadapi verifikasi juga telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya.
“Insyaallah kami sudah siap sejak tiga bulan yang lalu. Sebelum Berseri ini kami juga sudah melakukan persiapan untuk lomba Proklim tingkat nasional,” ujarnya.
Dalam kategori Madya ini, Patihan mengusung sejumlah inovasi unggulan. Di antaranya pengolahan sampah organik melalui pembuatan komposter dan pupuk organik cair (POC), pengelolaan bank sampah, serta berbagai kegiatan daur ulang sampah yang dilakukan masyarakat.
“Yang menjadi unggulan salah satunya pembuatan komposter dan POC pupuk organik cair. Selain itu ada inovasi warga terkait daur ulang sampah. Ini sesuai dengan upaya meminimalisir sampah rumah tangga,” jelasnya.
Tidak hanya pengelolaan sampah, masyarakat Patihan juga mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Warga menanam berbagai tanaman seperti cabai, terong, dan tomat, serta memanfaatkan lahan kosong.
Program tersebut diperkuat melalui peran kader lingkungan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan pengelolaan bank sampah dan 3R, kerja bakti kebersihan saluran air, penghijauan jalan dan fasilitas umum, hingga pengolahan hasil kebun menjadi produk unggulan UMKM.
Menurut Anjasmoro, tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan salah satunya faktor cuaca. Kemarau panjang membuat beberapa tanaman mengalami kendala pertumbuhan.
Meski begitu, program Kelurahan Berseri memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain lingkungan menjadi lebih terjaga, kegiatan tersebut juga semakin mempererat hubungan antarwarga.
Sementara itu, Tim Verifikator Kelurahan Berseri Risnani Pudji Lestari yang merupakan pegiat lingkungan Jawa Timur mengapresiasi kesiapan Kelurahan Patihan yang dinilai telah memiliki kesadaran lingkungan kuat hingga tingkat rumah tangga.
“Di sini bukan hanya satu RT atau satu kelurahan, tetapi setiap rumah sudah serius mengelola sampah. Pemilahan dan pengelolaan sampahnya sudah lebih dari 75 persen,” katanya.
Ia menilai, Patihan memiliki potensi untuk terus berkembang hingga kategori tertinggi. Menurutnya, penilaian Kelurahan Berseri kategori Madya mencakup tiga komponen utama, yakni kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta perilaku budaya masyarakat terhadap lingkungan.
“Insyaallah tahun depan Patihan bisa naik ke tingkat mandiri. Kalau sudah mandiri, harapannya bisa menjadi kelurahan wisata,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi warga, Kelurahan Patihan optimistis melanjutkan capaian dari kategori Pratama menuju Madya, sekaligus membuka peluang menuju tingkat yang lebih tinggi.
(Rams/rat/Madiuntoday)