Stok Minyakita Aman hingga 11 Pekan, Bulog Madiun Perluas Distribusi ke PBM



MADIUN – Masyarakat tak perlu khawatir akan ketersediaan Minyakita di pasaran. Perum Bulog Cabang Madiun memastikan stok minyak goreng bersubsidi tersebut dalam kondisi aman hingga 10–11 pekan ke depan. Untuk menjaga pasokan sekaligus stabilitas harga, Bulog juga terus memperluas distribusi ke pasar rakyat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bulog kembali mendistribusikan 9.000 liter Minyakita atau sekitar 750 kardus ke Pasar Besar Kota Madiun, Kamis (2/7). Distribusi dilakukan secara rutin setiap pekan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan distribusi Minyakita ke Pasar Besar selama ini dilakukan satu kali dalam sepekan. Namun, apabila kebutuhan meningkat dan pasokan mencukupi, frekuensi distribusi akan ditambah menjadi dua kali dalam seminggu.

“Kami rutin melakukan dropping Minyakita ke Pasar Besar setiap minggu. Kalau kebutuhan meningkat dan stok mencukupi, kami siap menambah frekuensinya menjadi dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bulog juga berencana memperluas penyaluran ke Pasar Sleko. Agung menjelaskan, sesuai penugasan pemerintah, Minyakita wajib didistribusikan melalui pasar rakyat agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan.

Secara keseluruhan, Bulog Madiun mendistribusikan sekitar 18 ribu liter Minyakita setiap pekan untuk wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Khusus Kota Madiun, stok dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10–11 pekan mendatang.

Selain menjaga ketersediaan, Bulog juga memastikan harga Minyakita tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Pengawasan dilakukan bersama Dinas Perdagangan agar tidak ada pedagang yang menjual di atas HET.

“Kami menjaga agar harga tetap sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Bersama Dinas Perdagangan kami mengawasi penjualan di pasar. Pedagang juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual di atas HET. Jika melanggar, akan dikenai sanksi,” tegas Agung.

Terkait isu Minyakita yang berbau solar atau minyak tanah, Agung memastikan produk yang beredar di wilayah Madiun berasal dari produsen di Jawa Timur, yakni Sinarmas dan Wilmar. Apabila masyarakat menemukan produk dengan aroma yang tidak wajar, Bulog meminta agar segera dilaporkan sehingga dapat ditarik dan ditindaklanjuti bersama produsen.

“Kami mengimbau masyarakat membeli bahan pangan sesuai kebutuhan. Jika menemukan Minyakita yang berbau tidak normal, silakan laporkan kepada Bulog atau Dinas Perdagangan agar segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, pedagang Pasar Besar Madiun, Lina Indrawati, mengaku distribusi Minyakita dari Bulog sangat membantu pedagang maupun masyarakat. Menurutnya, stok yang dikirim setiap pekan selalu habis terjual karena banyak dibeli pelaku usaha makanan dan kue.

“Setiap minggu stok yang datang selalu habis. Banyak pembeli dari pelaku usaha makanan dan kue. Dengan adanya dropping dari Bulog, pasokan menjadi lancar dan masyarakat sangat terbantu karena harganya lebih terjangkau dibanding merek lain,” tutupnya.

(dspp/kus/madiuntoday)