Tambah Lagi Wisata di Kota Madiun, Sahabat Petani Cilik Kawista Ngegong Ajak Anak Belajar Sambil Bermain di Alam Terbuka



MADIUN – Siapa bilang belajar bertani itu membosankan? Di Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, anak-anak justru diajak mengenal dunia pertanian dengan cara yang seru dan menyenangkan. Mulai dari fun games, melukis caping, belajar menanam padi, hingga menangkap ikan di sawah, semuanya dikemas menjadi pengalaman edukatif yang dekat dengan alam.

Semua keseruan itu kini bisa dinikmati melalui program Sahabat Petani Cilik di Wisata Alam Kawista Ngegong, destinasi wisata edukasi baru yang resmi dilaunching oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Kamis (2/7).

Bukan sekadar tempat bermain, Sahabat Petani Cilik hadir dengan konsep belajar sambil bereksplorasi di alam. Setiap aktivitas dirancang agar anak-anak mengenal proses pangan sejak dini sekaligus menikmati pengalaman yang sulit ditemui di perkotaan.

Ketua Kawista Redjo Kuning, Eko Suprianto, mengatakan ide tersebut lahir dari pengalaman mendampingi volunteer mancanegara yang selama ini datang ke Ngegong. Dari situ muncul gagasan menghadirkan wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.

"Awalnya kami berpikir bagaimana semua potensi di Ngegong bisa hidup bersama. Jadi bukan hanya outbound, tetapi juga UMKM, pengrajin, pembuat tempe, sampai petani ikut merasakan manfaatnya," ujarnya.

Konsep itu kemudian diwujudkan dalam satu paket wisata yang saling terhubung. Anak-anak diajak mengunjungi berbagai pos edukasi. Mereka diawali dengan melukis caping bergambar logo Kota Pendekar sebagai upaya mengenalkan identitas Kota Madiun kepada anak-anak.

Perjalanan kemudian berlanjut ke area pembenihan padi. Di sana peserta dikenalkan berbagai alat pertanian, mulai cangkul, sabit, traktor hingga alat semprot. Setelah itu, mereka diajak bermain puzzle tanaman sambil mengenal berbagai jenis hasil pertanian.

Bagian yang paling ditunggu tentu saat turun langsung ke sawah. Anak-anak akan merasakan sensasi menanam padi, bermain air, hingga menangkap ikan di petakan sawah yang telah disiapkan. Semua kegiatan dikemas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa terasa seperti sedang mengikuti pelajaran.

Usai berkeliling, peserta akan menikmati makan bersama dengan konsep buceng, tradisi makan khas yang juga dikenalkan sebagai bagian dari edukasi budaya lokal.

"Tujuan kami sederhana, mengenalkan kepada anak-anak bagaimana makanan yang mereka konsumsi berasal. Mereka belajar prosesnya, bermain di alam, sekaligus mencintai pertanian sejak kecil," kata Eko.

Ke depan, paket wisata ini akan dibuka untuk umum melalui sistem reservasi. Selain paket reguler, Kawista juga menyiapkan paket khusus bagi sekolah dengan biaya yang lebih terjangkau agar semakin banyak anak dapat merasakan pengalaman belajar di alam.

Plt wali kota, menyambut baik hadirnya destinasi baru tersebut. Menurutnya, Sahabat Petani Cilik menjadi contoh bagaimana kreativitas masyarakat mampu melahirkan wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi. Program ini juga sejalan dengan pilar SDM Mendunia yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Madiun.

"Harapannya, keberadaan Kawista dapat menjadi salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan perekonomian di Kota Madiun. Saat ini perekonomian kota sudah berjalan dengan baik, dan ke depan kami ingin pemerataan ekonomi juga dirasakan di setiap kelurahan melalui pengembangan potensi wisata masing-masing," ujarnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Ajak anak-anak merasakan serunya belajar sambil bermain di Program Sahabat Petani Cilik Kawista Ngegong. Bermain lumpur, menanam padi, menangkap ikan, hingga mengenal budaya lokal akan menjadi pengalaman liburan yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna. (Bip/rat/Madiuntoday)