Jadi Kompetisi Video Mapping Tingkat Asia Tenggara, Kota Madiun Sukses Hadirkan Padhang Mbranang 2026
MADIUN – Madiun Maju Mendunia tampaknya bukan slogan semata. Perlahan namun pasti, semangat itu terus diwujudkan. Hal itu salah satunya terlihat dari event Padhang Mbranang 2026 yang resmi dibuka Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Jumat (24/7) malam. Bagaimana tidak, kompetisi video mapping yang menjadi salah satu agenda utama dalam event tersebut merupakan kompetisi tingkat Asia Tenggara. Tak heran peserta juga datang dari luar negeri. Seperti dari Vietnam juga Malaysia. Namun, sayang mereka tak lolos seleksi.
‘’Jadi kita punya semangat Madiun Mendunia, kenapa tidak sekalian saja kita sesuaikan dengan cita-cita Madiun Mendunia itu. Karenanya kita coba hadirkan kompetisi tingkat Asia Tenggara,’’ kata Plt wali kota.
Event Padhang Mbranang diikuti sebanyak 15 peserta di babak final. Sebelumnya, terdapat 36 peserta yang mendaftar. Termasuk peserta dari negeri tetangga. Peserta pun menghadirkan video mapping terbaik masing-masing. Padhang Mbranang memang menjadi ruang temu seni dan teknologi serta budaya dan desain visual. Belasan video itu dinilai langsung dewan juri yang tak kaleng-kaleng. Tiga juri berasal dari bandung dan satu panelis dari negeri Jiran Malaysia. Berbagai video mapping menarik pun tersaji dengan dinding Balai Kota Madiun sebagai kanvasnya.
‘’Kita punya alat yang Insyaallah di Jawa Timur untuk kategori pemerintah, hanya Kota Madiun yang punya. Kemudian ada banyak studio kreatif yang membantu. Kenapa tidak kita besarkan sekalian,’’ ujarnya.
Proyektor yang digunakan untuk video mapping memang khusus. Saat ini Pemerintah Kota Madiun memiliki dua alat yang terpasang di halaman depan balai kota. Plt wali kota pun berencana menambah alat tersebut ke depannya. Artinya, besar kemungkinan bakal ada event-event serupa yang lebih besar lagi ke depan.
‘’Tentunya kita harus terus berupaya memperkenalkan Kota Madiun ke dunia. Kota kita kecil tetapi punya daya tarik yang berbeda dari kota-kota lain,’’ ungkapnya.
Tak hanya kompetisi video mapping, dalam event yang berlangsung tiga hari ini juga menyajikan pengalaman seni digital yang seru hingga pelatihan-pelatihan. Digital art experience ini tersaji di koridor atau lorong bawah Wisata Sumber Umis sisi timur atau kawasan replika patung Merlion. Karenanya, keberadaan event bukan hanya hiburan tetapi juga menyuguhkan pengalaman dan edukasi bagi masyarakat.
‘’Di koridor PSC juga tersaji sebuah digital art experience ini sumbangan dari teman-teman studio kreatif dari berbagai daerah. Atas nama Pemerintah Kota Madiun, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat,’’ pungkasnya. (dspp/bip/agi/madiuntoday)