Koridor PSC Berubah Jadi Digital Art Experience yang Menarik, Masyarakat Ingin Event Serupa Sering Digelar
MADIUN – Berbagai keseruan tersaji dalam event Padhang Mbranang 2026. Tak hanya kompetisi video mapping tingkat Asia Tenggara, dalam event juga tersaji digital art experience yang menarik. Koridor atau lorong bawah Wisata Sumber Umis sisi timur atau kawasan replika patung Merlion menjadi venue-nya. Masyarakat disuguhkan beragam pengalaman seni digital sepanjang lorong tersebut. Tak hanya itu, di ujungnya masyarakat juga bisa menikmati musik DJ.
‘’Di koridor PSC juga tersaji sebuah digital art experience ini sumbangan dari teman-teman studio kreatif dari berbagai daerah. Atas nama Pemerintah Kota Madiun, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat,’’ kata Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Dari titik masuk koridor di bawah patung Merlion, masyarakat akan langsung disambut tiga maskot Kota Madiun. Yakni, Maralo (Madya, Rasa, dan Relo). Ketiga maskot itu menyambut diatas tirai kain yang menjadi layarnya. Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disajikan bentuk ruang dalam tiga dimensi melalui kipas hologram 3D. Ada berbagai bentuk menarik yang selalu berganti.
Masuk lebih ke dalam lagi, ada lampu-lampu yang menggunakan sensor cahaya. Pengunjung juga dilibatkan. Pengunjung cukup meletakkan tangan menutupi sensor cahaya untuk menghidupkan lampu-lampu. Jika itu belum cukup, masih banyak keseruan lain di sepanjang koridor hingga di bawah Jalan Pahlawan. Di paling ujung, masyarakat akan disajikan hiburan musik.
Antusias masyarakat juga cukup tinggi. Terbukti masyarakat silih berganti sedari sore. Banyak masyarakat yang berharap event serupa untuk sering digelar di Kota Pendekar. Seperti yang disampaikan Amelia pengunjung dari Kelurahan Kanigoro. Dia mengaku keseruan yang disuguhkan keren dan mengesankan.
‘’Bagus banget dan mengesankan. Soalnya kan jarang-jarang ya. Seperti ini malah baru kali ini. Semoga lebih lama event-event seperti ini,’’ ungkapnya.
Begitu juga dengan Rusma, dia mengaku event ini berbeda dan kekinian. Namun, dia berharap pemain lokal bisa lebih dimunculkan. Pasalnya, peserta kompetisi video mapping malah didominasi peserta luar daerah. Hanya ada satu dari Kota Madiun. Yakni, peserta dari SMAN 1 Madiun. Rusma berharap digital art masuk ke sekolah-sekolah.
‘’Harapannya mungkin yang seperti ini menjadi ekstrakurikuler di sekolah. Biar banyak peserta lokalnya. Harus dipompa lagi biar potensi lokal juga bermunculan,’’ harapnya. (dspp/bip/agi/madiuntoday)