Antusiasme Pecah, Peserta dan Masyarakat Larut dalam Madiun Menari
MADIUN – Antusiasme ribuan peserta dan masyarakat pecah di sepanjang Jalan Pahlawan, Sabtu (29/8). Para penari tampil kompak membawakan Tari Beksan Parisuko, sementara masyarakat yang memadati sisi jalan ikut menikmati hingga akhirnya diajak bergerak bersama. Madiun Menari pun menjelma menjadi pesta budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Madiun Menari memang bukan sekadar tari kolosal. Di balik gerakannya, ada pesan tentang estafet budaya dari generasi ke generasi.
Suasana semakin pecah ketika para penari mengajak masyarakat ikut bergerak. Penonton yang semula berada di pinggir jalan mulai mengikuti gerakan. Anak-anak, orang tua, hingga pengunjung dari luar kota ikut larut, bahkan beberapa masuk ke dalam barisan para penari. Seketika, tak ada lagi jarak antara penari dan penonton. Semua ambil bagian bergerak dan menikmati irama bersama.
Kemeriahan itu pula yang dirasakan salah satu peserta, Tabita Nur Asyifa Azka dari SMA Negeri 5 Madiun, mengaku senang bisa ikut tampil mewakili sekolahnya. Sekitar 40 siswa SMA mengikuti kegiatan tersebut dengan persiapan sekitar dua minggu.
“Senang ya, bisa menjadi penari di sini, mewakili sekolah SMA 5 Madiun. Saya berharap Madiun Menari bisa terus digelar dan semakin banyak masyarakat yang ikut meramaikan,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari luar kota. Laras, warga Kabupaten Magetan, mengaku mengetahui acara tersebut dari media sosial. Ia sengaja datang dan terkesan melihat kekompakan warga Kota Madiun.
“Senang ya, lihat masyarakat Kota Madiun kompak bikin acara di pusat kota. Tidak cuma jadi hiburan, tapi sekaligus jadi edukasi budaya buat anak-anak yang nonton,” katanya.
Baginya, totalitas peserta dan konsep yang melibatkan penonton menjadi pengalaman tersendiri. Terlebih, ini kali pertama ia menyaksikan tari kolosal dengan ribuan peserta.
“Jujur ini kali pertama menonton tari kolosal dengan peserta sekitar lima ribu orang. Jadi ini pengalaman pertama yang berkesan,” tuturnya.
Ia berharap Madiun Menari bisa menjadi agenda tahunan dengan tema yang terus berbeda. Sebab, ajakan kepada penonton untuk ikut menari di akhir acara menjadi bagian yang paling menarik.
Dengan banyaknya masyarakat yang ikut terlibat, Madiun Menari menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang bersama untuk bergerak dan merayakan kebersamaan. Semangat itu diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Madiun.
(Ws Hendro/dspp/rat/Madiuntoday)