Masuk Finalis Top 45 Kovablik, Inovasi Pendekar Berkumis Jajaki Tahap Presentasi




MADIUN – Satu lagi inovasi dari Kota Madiun yang bersiap mengukir prestasi. Kali ini, datang dari SMPN 11 Kota Madiun dengan inovasi bernama Pendidikan Kreatif Ramah Lingkungan Bersama Kurangi Emisi atau Pendekar Berkumis. Inovasi tersebut merupakan finalis Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun ini. 


Inovasi tersebut masuk top 45. Karenanya, inovasi Pendekar Berkumis berhak mengikuti tahapan presentasi dan wawancara. Tahapan itu berlangsung secara virtual dengan dipimpin langsung Wali Kota Madiun, Maidi di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Senin (10/10). 


‘’Kota ini memang tidak banyak memiliki Sumber Daya Alam. Karenanya, Sumber Daya Manusianya harus maksimal. Peningkatan SDM itu terus kita lakukan khususnya pada dunia pendidikan,’’ kata wali kota. 


Sesuai namanya, Pendekar Berkumis memang sarana pendidikan untuk peningkatan SDM. Inovasi tersebut merupakan tindak lanjut capaian Adiwiyata Mandiri yang diraih SMPN 11 pada 2016 silam. Nyaris semua kegiatan di sekolah mengedepankan pendidikan berwawasan lingkungan. Salah satunya, dengan mengolah sampah organik menjadi gas metana dan juga komposter yang digunakan untuk tanaman jangka pendek dan panjang yang bernilai ekonomis. 


‘’Gas metana ini juga kita buat skala besar di TPA (tempat pembuangan akhir). Saat ini gas hasil pengolahan sampah bisa mengaliri sampai 400 rumah,’’ jelasnya. 


Dengan penerapan inovasi tersebut SMPN 11 Kota Madiun tidak hanya berhasil dalam pengelolaan sampah. Namun, juga berhasil menekan emisi hingga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat. Lingkungan yang sehat itu penting untuk mengoptimalkan proses belajar-mengajar. 


‘’Anak-anak ini terus kita persiapkan. Dimana ada masalah, anak-anak harus bisa menyelesaikan. Melalui inovasi ini sekaligus bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak,’’ terangnya. 


Capaian inovasi Pendekar Berkumis hingga masuk top 45 sudah cukup baik. Apalagi, ada sekitar 200 inovasi yang masuk di tahun ini. Inovasi tersebut tentunya diharapkan bisa terus melaju. Sebab, dari 45 inovasi tersisa tersebut akan diambil 25 inovasi terbaik. 


‘’Tentu saja, setiap masukan dari dewan penilai penting bagi kesempurnaan inovasi kami,’’ pungkas wali kota. (dspp/agi/diskominfo)