Menengok Aksi Seru Para Santri Bermain Bola Api




MADIUN - Euforia Hari Santri masih terasa hingga kini. Seperti yang terlihat di Alun-Alun Kota Madiun. Terlihat santri putra dengan mengenakan sarung sedang bermain sepak bola. Namun bola yang digunakan merupakan bola api. 


Bola dalam permainan ini terbuat dari kelapa tua yang sebelumnya airnya telah dibuang. Lalu, bongkahan sabut yang berbentuk bundar  itu direndam beberapa hari dalam minyak
tanah, sehingga terserap oleh serat-seratnya dan selanjutnya dapat terbakar.


“Memang ini sudah jadi tradisi mulai hari santri ada. Tentu tetap panas, cuma kita ada teknik sendiri supaya kaki tidak melepuh,” ujar Trisna Hanifah Hasan, selaku koordinator kegiatan hari santri nasional di Kota Madiun. 


Sama seperti permainan sepak bola pada umumnya, pemenang dalam permainan ini
ditentukan lewat gol yang dihasilkan namun ada beberapa hal berbeda yang tidak akan ditemui pada sepak bola biasa.


Pertama jumlah pemain yang turun ke lapangan hanya sekitar lima orang hal ini diikuti dengan keadaan pemain tidak menggunakan alas kaki. 


Selain itu karena lebih bersifat hiburan, durasi dari permainan tersebut pun fleksibel, tak ada aturan baku terkait waktu permainan. Satu larangan penting yang harus diperhatikan adalah larangan untuk menyundul bola, hal tersebut dilarang mengingat cipratan api yang dapat terkena wajah atau mata jika dilakukan.


“Biasanya setiap bermain sengaja atau tidak sengaja kaki kita kena kaki lawan istilahnya gaprukan. Nah, disitu harus bisa segera memaafkan itulah yang ingin kita sampaikan dari permainan ini dan sebagai pesan di perayaan hari santri,” pungkasnya. 

(Dspp/kus/madiuntoday)