LBJP Jadi Nomor Terakhir Kejurnas Drum Band, Inspektur Pertandingan: Secara Keseluruhan Berjalan Suskes




MADIUN – Gelaran Kejurnas Drum Band 2022 di Kota Madiun mendekati akhir. Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) Campuran jalur 800 meter menjadi nomor terakhir Kejurnas di Kota Pendekar. Perlombaan yang berlangsung di Stadion Wilis berjalan seru. Pun, gelaran berjalan lancar. Gelaran LBJP menyempurnakan keseluruhan lomba rangkaian Kejurnas 2022. 


‘’Pelaksanaan cukup baik. Respon tuan rumah dan masyarakat cukup bagus. Penonton antusias juga baik,’’ Kata Inspektur Perlombangan (IP) Kejurnas Drum Band 2022, Nolik Mariono, Selasa (13/12).


Apalagi, lanjut Nolik, Pemkot Madiun juga memberikan dukungan luar biasa. Salah satunya, terlihat dari bagaimana Pemkot Madiun mengapresiasi hadirnya Kejurnas. Mulai dari pemenuhan kelengkapan fasilitas, sarana, dan lain sebagainya. Hanya, Nolik menyebut adanya sedikit hambatan di bidang koordinasi di lingkup penyelenggara. Apalagi, Kejurnas melibatkan banyak panitia. Mulai dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), panitia lokal, peserta, dan lain sebagainya. Pihaknya menyebut ada kalanya butuh petugas penghubung antar pihak agar tidak terjadi miss komunikasi. 


‘’Sementara pengurus teras PB tidak ada di tempat sejak awal, jadi harus by phone, jadi ada kalanya terjadi miss. Tetapi secara keseluruhan berjalan cukup baik,’’ ungkapnya. 


Nomor LBJP ini diikuti 13 tim dari berbagai provinsi. Dua tim lain tidak bisa mengikuti lantaran terdapat personil yang belum fit usai gelaran lomba sebelumnya. Yakni, tim dari Riau dan Sumatera Selatan. LBJP ini merupakan lomba adu cepat di lintasan. Tentu saja sambil memainkan alat drum brand. Karena campuran, peserta terdiri dari perempuan dan laki-laki dengan masing-masing ada sembilan personil di tambah satu mayoret. 


‘’Kalau yang dijalan kemarin dihitung ketepatan waktu, kalau LBJP ini kecepatan. Ada dua regu yang bertanding dan beradu cepat,’’ ungkapnya sembari menyebut kecepatan memiliki porsi 40 persen penilaian. 


Biarpun beradu cepat, peserta tidak boleh berlari. Perlombaan dilakukan dengan jalan cepat. Peserta yang kedapatan berlari akan dilakukan pengurangan nilai. Selain itu, ada penilaian kerapian dan juga permainan musik. Peralatan yang dibawa juga dilakukan penimbangan. Terdapat batas minimum berat alat yang digunakan. Hal itu untuk mengantisipasi kecurangan jika ada peserta yang mengganti alat dengan yang lebih ringan. 


‘’Jadi ada banyak poin yang jadi penilaian. Bahkan, ada juri yang ikut berjalan di samping peserta,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)