Kota Madiun Dapat Top Digital Bintang 4, Wali Kota Maidi Raih Top Leader on Digital
JAKARTA – Pemerintah Kota Madiun kembali mendapat penghargaan terkait penerapatan teknologi digital dari majalah IT Works. Tak tanggung-tanggung, Kota Pendekar mendapat dua penghargaan sekaligus dalam gelaran Top Digital Award di Jakarta, Kamis (15/12) itu. Yakni, Top digital implementation 2022 bintang 4 dan top leader on digital implementation 2022 untuk Wali Kota Maidi. Kota Madiun pernah mendapat penghargaan serupa pada 2021 lalu. Artinya, Kota Pendekar mendapatkan penghargaan dalam Top Digital Award itu secara berturut dua tahun terakhir.
‘’Kota kita memang mengedepankan IT ya. Hampir semuanya pakai IT. Kita memang tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman. Harus bisa mengikuti, harus bisa mengimplementasikan secara maksimal,’’ kata wali kota usai penghargaan di Hotel Raffles, Jakarta.
Untuk mendapatkan predikat bintang 4 atau sangat baik tersebut tentu tidak mudah. It Work setidaknya menerapkan empat kriteria utama. Yakni, perusahaan/instansi yang berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan Teknologi Digital dalam meningkatkan kinerja, daya saing, operasional, dan layanannya. Kedua, yang memiliki sistem, tata kelola, dan infrastruktur Teknologi Digital yang baik, serta memperhatikan sungguh-sungguh aspek keamanan informasi. Ketiga, yakni yang memiliki Solusi Teknologi Digital Unggulan yang dinilai membanggakan. Sedang, kriteria ke empat yaitu terkait implementasi dan solusi Teknologi Digitalnya yang berkaitan dengan Tema TOP DIGITAL Awards 2022. Yakni, solusi digital yang memiliki dampak maksimal terhadap peningkatan kinerja bisnis dan instansi pemerintahan.
‘’IT kita genggam, dunia kita kuasai. Karenanya, penerapan IT ini menjadi salah satu perhatian saya di Kota Madiun. Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan,’’ terangnya.
Selain itu, Kota Madiun juga satu dari 100 daerah pilot project program smart city pemerintah pusat. Tak heran, penerapan IT menjadi perhatian wali kota. Ada banyak program yang berbasis IT. Mulai dari perencanaan, penyusunan program, lelang pengadaan, sampai pelaporan sudah berbasis IT. Selain itu, infrastrukturnya juga terus dipenuhi. Kota Madiun memiliki 2.000 titik WiFi saat ini. Layanan internet gratis ini sudah sampai tingkat RT. Selain itu, juga ada program laptop untuk pelajar dan guru.
‘’Teknologi digital ini kan tidak hanya soal program. Tetapi infrastrukturnya juga harus memadai. Prinsipnya kita terus mewujudkan itu,’’ pungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)