Layanan Gadjah Mada Terbukti Membantu Masyarakat, Pengajuan Cukup Lapor Lewat WA, PSM, atau Kelurahan




MADIUN – Administrasi kependudukan (Adminduk) penting bagi masyarakat. Namun, tak sedikit masyarakat yang kesulitan untuk datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. Salah satunya, lantaran terkendala usia juga fisik. Karenanya, petugas Dispendukcapil Kota Madiun secara rutin melakukan pelayanan jemput bola bagi masyarakat rentan tersebut. 


Seperti yang terlihat di SLB Bakti Luhur dan juga di Kelurahan Tawangrejo ini. Petugas datang memberikan layanan perekaman KTP elektronik bagi siswa SLB dan juga warga lansia. Setelahnya, petugas juga melakukan pelayanan serupa kepada warga di Kelurahan Demangan. Biarpun hanya tiga orang, layanan tetap dilakukan. 


‘’Pada prinsipnya berapapun kita layani. Bahkan, kalau cuma satu orang pun, kita tetap layani,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Agus Triono, Senin (19/12).


Layanan jemput bola itu dinamakan Gadjah Mada. Yakni, petugas adminduk berkunjung ke rumah, masyarakat Kota Madiun bahagia. Pengajuan permohonan pun cukup mudah. Masyarakat yang membutuhkan layanan cukup melapor ke Dinas Dukcapil Kota Madiun. Pelaporan bisa secara online maupun offline. Layanan Whatsapp bisa ke nomor 08125974787. Juga bisa melalui layanan Awak Sigap (Anda WA, kami segera Tanggap) Kota Madiun di nomor 08113577800. Selain itu, juga bisa melapor kepada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) atau kantor kelurahan setempat. Hal itu diperlukan agar masyarakat tersebut juga terdata di kelurahan. Harapannya, tidak terlewat jika terdapat program bantuan.

‘’Kalau kelurahan mengetahui, kemudian ada program bantuan untuk lansia misalnya, pihak kelurahan sudah punya datanya. Jadi kenapa harus lapor minimal ke petugas PSM untuk dilaporkan ke kelurahan,’’ ungkapnya sembari menyebut layanan juga menyesuaikan jadwal kegiatan Dispendukcapil.


Pun, untuk fisik KTP-nya masyarakat juga cukup menunggu di rumah. Petugas yang akan mengantar. Petugas tidak bisa mencetak secara langsung karena memang tidak mengendarai mobil layanan. Fisik KTP bakal dikirimkan keesokan harinya. Layanan tersebut memang cukup efektif mengejar capaian perekaman E-KTP. Bahkan tidak hanya lansia dan disabilitas. Layanan juga menyasar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 


‘’Prinsipnya semua warga negara harus terdata. Kalau masyarakat tidak bisa datang, ya tentu saja kita yang mendatangi mereka,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)