Pijat Bayi Jangan Sembarangan, Pahami Aturannya Supaya Buah Hati Tetap Nyaman
MADIUN - Pijat bayi memiliki banyak manfaat. Salah satunya, sebagai relaksasi agar tubuh bayi tetap sehat dan nyaman. Namun, praktek ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Pijatan yang tidak tepat justru dapat membahayakan keselamatan buah hati.
Kepala Puskesmas Banjarejo Kota Madiun dr. Rohlina Agustriningtyas menuturkan, pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh ahli yang telah menjalani pelatihan atau pendidikan khusus. Di wilayah Puskesmas Banjarejo disediakan layanan pijat bayi. Lokasinya, di Pustu Kejuron setiap Jumat mulai pukul 08.00.
"Ada dua terapis. Namun, saat ini salah satunya sedang menjalani pelatihan. Satu terapis mampu menangani 6-8 bayi," ujarnya, Senin (10/3).
Menurut Rohlina, pemijatan pada bayi dilakukan dengan teknik khusus. Terapis tidak boleh memijat bagian kepala, perut, dan tulang belakang. Pemijatan hanya dilakukan di area bahu, tangan, kaki, pantat, dan wajah area dagu saja.
Tak hanya itu, pijatan dilakukan dengan lembut karena kulit dan otot bayi masih tipis.
Sebelum pemijatan dimulai, petugas kesehatan melakukan skrining terhadap bayi. Misalnya, memeriksa suhu tubuh, cek kondisi kesehatan bayi selama beberapa waktu terakhir, dan alasan pemijatan.
"Proses pemijatan dilakukan antara setengah jam hingga 40 menit. Tujuannya sebagai relaksasi agar bayi tidurnya lebih nyaman dan meningkatkan nafsu makan," jelasnya.
Layanan pijat bayi di Pustu Kejuron dibuka untuk bayi usia hingga lima tahun. Sebelum pijat, orang tua bayi dapat melakukan pendaftaran secara online maupun datang langsung ke pustu. Setiap layanan pijat bayi dikenai biaya Rp 25 ribu. (Rams/irs/madiuntoday)