Roti Hingga Kurma Jadi Menu MBG Saat Ramadan, BGN Pastikan Kandungan Gizi Sesuai Standar Kebutuhan Siswa




MADIUN – Selama Ramadan, kegiatan pemenuhan gizi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Namun, menunya disesuaikan agar tetap aman dan layak konsumsi. Khususnya, bagi siswa yang berpuasa di siang hari.

Salah satunya seperti tampak di SMPN 5 Madiun. Rabu (12/3), menu MBG yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat berupa roti kroisan kemasan, telur ayam rebus, susu kemasan, buah salak, dan kurma. Semua dibungkus dengan tas khusus sebelum dibagikan kepada siswa.

Penggantian menu MBG dari makanan siap santap menjadi makanan kemasan merupakan inovasi agar siswa tetap bisa mendapatkan asupan makanan bergizi, meski sedang berpuasa. Sehingga, menu MBG dapat dinikmati saat berbuka puasa.

Sebagaimana dilansir dari Tempo.co, Pakar Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha menjelaskan bahwa menu utama dalam MBG Ramadan tetap memenuhi standar gizi bagi siswa.

‘’Standar gizinya tetap sesuai standar gizi yang biasa,’’ ujarnya.

Ikeu pun menjelaskan, standar gizi pelajar dibedakan setiap jenjang. Angka kecukupan gizi untuk pelajar PAUD hingga SD kelas 3 sebesar 20-25 persen. Sedangkan, pelajar SD kelas 4 hingga SMA sebesar 30-35 persen.

Selain itu, keputusan mengganti menu MBG juga sebagai langkah antisipasi makanan menjadi basi. Sebab, makanan yang disimpan selama kurang lebih 11 jam akan menimbulkan ketidaknyamanan. ‘’Karena itu dipilih makanan kering,’’ ucapnya.

Meski begitu, Ikeu mengungkapkan bahwa setiap SPPG dapat berinovasi mengembangkan menu makanan selama Ramadan. Asalkan, tetap menjaga kualitas, keamanan pangan, dan mematuhi standar gizi yang sudah ditetapkan. (WS Hendro/irs/madiuntoday)