Moncer Di DBL Camp Jakarta, Mega Nanda Perdana Putri Terpilih Jadi Pelatih DBL All Star 2025 Di Amerika
MADIUN - Program pemusatan pelatihan basket pelajar terbesar dan terbaik di Indonesia, Kopi Good Day DBL Camp 2025 telah resmi berakhir. Kegiatan itupun menyisakan pengalaman berharga bagi para peserta. Khususnya, mereka yang berhasil terpilih masuk skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 di Amerika Serikat pada Juni mendatang.
Dari sekian banyak nama, ada satu putra daerah Kota Madiun yang berhasil lolos. Dia adalah Mega Nanda Perdana Putri, pemain sekaligus pelatih basket SMAN 1 Madiun.
Mega terpilih setelah mengikuti DBL Camp di GOR Soemantri dan Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta pada 29 April-4 Mei lalu. Dari 54 pelatih di DBL Camp, dipilih empat pelatih untuk DBL All Star 2025. Yakni, 2 pelatih putra dan 2 pelatih putri.
"Tentunya senang dan tidak menyangka. Apalagi baru mengikuti pelatihan di DBL," ujar warga Jalan MT Haryono, Kota Madiun itu.
Alumnus Universitas Narotama jurusan Magister Manajemen tahun 2016 tersebut bakal berangkat ke Amerika Serikat pada 30 Mei hingga 12 Juni nanti sebagai pelatih kedua tim putri DBL All Star.
Perempuan 35 tahun itupun bercerita bahwa karirnya di basket dimulai sejak kelas X SMA. Kala itu, dirinya bersekolah di SMAN 5 Madiun. Setelah mengikuti kejuaraan di Sidoarjo, ada pelatih dari Surabaya yang meliriknya. Kemudian, Mega mendapatkan tawaran pindah ke Surabaya. Di sana, dia bersekolah di SMAN 9 dan mendapatkan beasiswa dari Klub Sahabat Surabaya.
Mantan pemain timnas basket Indonesia itu berlatih bersama Klub Sahabat Surabaya hingga 2012. Kemudian, pindah ke klub CLS Surabaya dan Surabaya Fever sampai sekarang. Di samping itu, dia juga menjadi pelatih basket di SMAN 1 Madiun. Selama itu pula, banyak prestasi yang telah berhasil diraihnya bersama tim.
Karenanya, Mega berharap kesempatan berharga ke Amerika ini bisa menorehkan kenangan membahagiakan. Dia juga berharap bisa memberikan performa yang terbaik melalui timnya.
Sementara itu, Founder sekaligus CEO DBL Indonesia Azrul Ananda mengaku bangga dengan fakta-fakta menarik yang hadir dalam skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 ini.
"Kami senang hasilnya tiap tahun makin sulit menemukan bintang karena secara overall pesertanya memang bagus-bagus,” tuturnya.
Menurut dia, yang dicari pelatih WBA untuk skuad DBL Indonesia All-Star bukan sekadar pemain terbaik. Namun, pemain yang bisa menjadi teammate terbaik, yang mengedepankan kepentingan tim agar timnya menjadi
lebih baik.
“Pemain terbaik belum tentu menjadi anggota tim terbaik. Filosofi ini harus dipahami banyak orang, termasuk orang tua pemain,” imbuh pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kompetisi dan Pembinaan di DPP Perbasi itu.
Sebelumnya, sebanyak 262 student athlete terbaik dan 54 pelatih terpilih mengikuti program Kopi Good Day DBL Camp 2025 di Jakarta. Mereka terseleksi dan dipilih secara ketat saat berlaga di kompetisi DBL, yang terselenggara di 31 kota dan 23 provinsi di Indonesia. (DBL/irs/madiuntoday)