Bawang Merah Naik, Gerakan Pangan Murah Jadi Solusi Warga Jelang Iduladha




MADIUN - Harga bawang merah yang melambung di pasaran menjadi perhatian warga belakangan ini. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurut Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun, Sumini, kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang intensitasnya ditingkatkan menjelang hari besar keagamaan.

“GPM memang rutin kita laksanakan tiap bulan. Tapi menjelang hari raya kurban ini kita adakan selama dua hari,” jelasnya.

GPM kali ini dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 15–16 Mei 2025, di Lapangan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo. Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar di Kecamatan Kartoharjo dan Taman.

Salah satu komoditas yang menjadi primadona warga adalah bawang merah. Di pasaran, harga bawang merah saat ini mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Namun, melalui GPM, warga bisa mendapatkan bawang merah dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp32.000 per kilogram.

“Kita kerja sama dengan PPI dan Bulog. Kita jual per setengah kilo, dan kita batasi pembelian maksimal setengah kilo per orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumini menyampaikan bahwa GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha yang biasanya disertai kenaikan harga bahan pokok.

“Kenaikannya memang ada, tapi tidak banyak. Dengan GPM ini, harapannya bisa membantu masyarakat mendapat bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” tambahnya.

Selain bawang merah, GPM juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula. Warga pun menyambut antusias kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
(Ney/kus/madiuntoday)