Meriah! Ratusan Peserta Ikuti Perlombaan Merpati Balap di Kota Madiun




MADIUN – Ajang bergengsi Wali Kota Cup Selekda 2025 resmi digelar di kawasan Peceland, Kota Madiun, pada 16–18 Mei 2025. Seleksi Daerah (Selekda) merpati balap sprint digelar di Kota Madiun ini baru pertama kali digelar. Lomba ini mempertandingkan tiga kategori utama: Kategori Junior, Kategori Utama, dan Seri Galatama.

Sejak hari pertama, lomba yang digelar di Kelurahan Nambangan Lor itu sudah dipadati peserta. Kategori Junior yang digelar pada Jumat (16/5) diikuti oleh 600 peserta, termasuk yang datang dari luar kota, bahkan sejauh Pamekasan, Madura. Galatama dilangsungkan Sabtu, dan Kategori Utama digelar Minggu dengan jarak tempuh penerbangan 800 meter.

Dalam lomba ini, masing-masing peserta menerbangkan dua ekor burung merpati balap dengan jarak 500 hingga 800 meter, untuk kemudian diseleksi berdasarkan kecepatan dan akurasi hingga didapat 10 burung juara di masing-masing kategori.

Tak hanya menjadi ajang olahraga dan hobi, kegiatan ini juga berdampak signifikan pada ekonomi lokal. Ratusan pelaku UMKM membuka stan kuliner dan produk kreatif, sementara kebutuhan penginapan meningkat drastis akibat membludaknya jumlah peserta dan pengunjung.

“Kami memang ingin ada kegiatan besar dalam 100 hari kerja Wali Kota dan Wawali. Ternyata, lomba ini terbukti menyedot antusiasme luar biasa,” terang Ketua PERSATUAN PENGGEMAR MERPATI BALAP SPRINT INDONESIA (PPMBSI) PENGURUS LOKASI (PENGLOK) MADIUN, yang akrab disapa Wawan Halte.

Lapangan lomba, lanjutnya, sangat mendukung terselenggaranya acara. Apalagi Wawan mengaku lomba ini mendapat dukungan penuh dari Walikota serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Aa

Wawan menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya membawa dampak positif bagi penggemar merpati balap, tetapi juga membuka peluang bagi Kota Madiun untuk menjadi tuan rumah event tingkat nasional di masa mendatang.

“Harapannya, gaung dari lomba ini makin luas. Kalau bisa, jatah seleksi tingkat nasional bisa kita ambil. Madiun sudah punya fasilitas dan antusiasme peserta yang sangat tinggi,” tambahnya.

Dari total peserta, sekitar 10 tim berasal dari Kota Madiun, dengan sisanya merupakan tim gabungan dari kabupaten sekitar. Namun, Wawan menyebut bahwa kekuatan besar tetap datang dari tim-tim asal Kota Madiun yang tampil sebagai tuan rumah.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, fasilitas yang memadai, dan respon positif dari peserta nasional, Wali Kota Cup Selekda 2025 diharapkan menjadi titik awal berkembangnya olahraga merpati balap sprint sebagai agenda rutin yang dapat mengangkat nama Kota Madiun di kancah nasional.
(Dspp/kus/madiuntoday)