Dapur MBG Ketiga Diresmikan, Layani Sebelas Sekolah dengan 3.473 Pelajar
MADIUN – Wali Kota Madiun Dr. Maidi kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pendekar. SPPG untuk layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diresmikan wali kota, Minggu (18/5) malam. Berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono Kelurahan Nambangan Lor, dapur MBG ketiga di Kota Madiun itu diberi nama Dapur Sehat Merpati Mitra Mandiri.
‘’Yang jelas Kota Madiun sudah siap (biarpun) kita lakukan secara bertahap. Justru dengan bertahap pengawasan, kesiapan, dan kualitasnya akan bagus,’’ kata wali kota.
Di Kota Madiun setidaknya ditargetkan bakal ada 17 dapur MBG ke depan. Sampai saat ini, sudah ada tiga dapur MBG. Pertama ada di eks pasar hewan di Jalan Tirta Raya, kedua ada di Kelurahan Banjarejo, dan ketiga di Jalan Mayjend Sungkono tersebut. Wali kota menambahkan dapur umum di sejumlah lokasi lain juga terus berproses. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu berharap dapur MBG lain juga bisa segera beroperasi.
‘’Di lokasi lain juga terus kita persiapkan. Nanti menyusul akan segera kita resmikan. Harapannya, program bisa segera menyentuh seluruh pelajar di Kota Madiun,’’ harapnya.
Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo menyebut dapur MBG tersebut bakal langsung beroperasi, Senin (19/5) ini. Keberadaan dapur MBG tersebut akan melayani sebelas sekolah di sekitar. Dari tingkat TK hingga SMA sederajat. Jarak sekolah terdekat yang dilayani sejauh 120 meter. Sedang, sekolah terjauh mencapai 2,7 kilometer. Total pelajar yang dilayani ada sebanyak 3.473 siswa. Seperti di tempat lainnya, di Dapur Sehat Merpati Mitra Mandiri juga terdapat kepala SPPG, ahli gizi, juru masak, dan lain sebagainya.
‘’Ini akan melayani sebelas sekolah yang direncanakan. Untuk bahan bakunya menggandeng kelompok tani setempat sebagai supplier,’’ ujarnya.
Dandim mengaku pelaksanaan MBG di Kota Madiun cukup lancar sejauh ini. Kendala teknis yang mengemuka langsung bisa diantisipasi sebelumnya. Hal itu lantaran pendampingan menyeluruh yang dilakukan.
‘’Untuk kendala teknis, di Kota Madiun sudah kita antisipasi, kita dampingi dari awal proses,’’ ungkapnya. (rams/agi/madiuntoday)