DKPP Kota Madiun Gelar Pelatihan Pangan B2SA Non-Beras, Dorong Kader Posyandu dan UMKM Ciptakan Menu Sehat dari Bahan Lokal




MADIUN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Pelatihan Kreasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Non-Beras bagi kader Posyandu dan pelaku UMKM.

Digelar sejak 19 Mei hingga 19 Juni 2025, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dengan fokus pada pangan lokal non-beras seperti jagung, singkong, dan umbi-umbian.

Pelatihan ini menyasar dua kelompok utama, yakni kader Posyandu dengan fokus pada kudapan sehat untuk balita, serta UMKM dengan pendekatan menu sehat yang mendukung kampung hipertensi dan diabetes. Dengan pendekatan ini, peserta dilatih menyusun menu kudapan yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat dan fungsional.

“Kami ingin menggali potensi pangan lokal yang lebih bervariasi. Selain sehat, ini juga bagian dari kemandirian pangan,” ujar Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto.

Tahun ini, program pelatihan menyasar 270 peserta yang dibagi dalam 10 kelompok. Tiap kelompok mendapat pelatihan intensif selama dua hari.

Menurut Subkoordinator Penganekaragaman Konsumsi Pangan DKPP, Atik Sukmaningrum, tahun ini fokus diarahkan pada pengembangan kreasi pangan lokal sebagai tindak lanjut dari program sebelumnya seperti Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

“Peserta dilatih membuat kudapan berbasis bahan lokal. Resep Posyandu bisa lebih fleksibel untuk kebutuhan balita, sementara UMKM diarahkan pada menu sehat, rendah gula dan garam,” jelas Atik.

Menu-menu tersebut sudah disesuaikan dan diuji oleh UPT Dinkes Jatim untuk memastikan nilai gizi yang tepat. Jagung menjadi bahan primadona dalam pelatihan ini, dengan berbagai olahan seperti nugget jagung sayur, donat jagung, hingga kue basah. Aneka resep ini diharapkan bisa menjadi alternatif sehat sekaligus peluang usaha bagi UMKM lokal.

DKPP berharap, pelatihan ini tak hanya meningkatkan keterampilan kader dan pelaku usaha, tapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat berbasis sumber daya lokal.
(Ney/kus/madiuntoday)