Akan Ada Kampung Hipertensi Di Kota Madiun, Jadi Upaya Pemkot Madiun Cegah dan Kendalikan Tekanan Darah Tinggi




MADIUN – Pemerintah Kota Madiun dalam tahap persiapan pembentukan Kampung Hipertensi. Program ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit darah tinggi di wilayah tersebut.

"Saat ini sedang menunggu konsultan. Juga disiapkan program yang akan dilaksanakan," ujar Wali Kota Madiun Dr. Maidi saat diwawancarai, Jumat (23/5).

Kampung Hipertensi merupakan program berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal melalui pola hidup sehat. Dalam program ini, warga akan rutin memeriksa tekanan darah, mengikuti edukasi kesehatan, dan didorong untuk menerapkan pola makan seimbang serta aktivitas fisik teratur.

Terkait lokasi, wali kota memproyeksikan Kelurahan Banjarejo sebagai Kampung Hipertensi pertama di Kota Madiun. Hal ini, menurutnya, tak lepas dari tingginya angka penderita hipertensi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, tingkat kunjungan pasien di fasilitas kesehatan pertama, dalam hal ini Puskesmas Banjarejo, tertinggi adalah penderita hipertensi. Jumlahnya mencapai 3 ribu lebih pasien. Kemudian di posisi kedua adalah penderita diabetes melitus.

Sebagaimana diketahui, hipertensi merupakan penyakit yang sering tidak bergejala, namun bisa berujung fatal. Dengan Kampung Hipertensi ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan budaya hidup sehat sejak dari lingkungan terkecil.

"Di BPJS Kesehatan kami ada program Pengelolaan Penyakit Kronis, atau Prolanis. Ini bisa disinergikan dengan program yang akan dilaksanakan Pemkot Madiun di Kampung Hipertensi," tutur Kepala Cabang BPJS Kesehatan Madiun Wahyu Dyah Puspitasari.

Pembentukan Kampung Hipertensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam menekan angka kasus hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Rams/irs/madiuntoday)